
batampos – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) Dharma Setiawan unggul sementara di dalam penghitungan suara melalui real count Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan data yang ditampilkan di website pemilu2024.kpu.go.id, Senin (26/2), perolehan suara Dharma Setiawan mencapai 84.416. Cukup jauh di bawah pesaing di posisi kedua, Ria Saptarika yang mencapai 50.664 suara.
Progres suara DPD RI yang masuk ke versi real count sudah berada di angka 53,89 persen atau 3.187 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 5.914 TPS di daerah pemilihan Kepri.
Sementara itu di posisi ketiga diduduki mantan gubernur pertama Kepri yang juga mantan Kepala BP Batam, Ismeth Abdullah. Ismeth berpeluang menjadi anggota DPD RI dengan perolehan suara yang tipis dengan Ria Saptarika yakni 49.231 suara.
”Kita masih melakukan perekapan, untuk saat ini suara masuk sudah di atas 50 persen,” ujar Komisioner KPU Batam, Bosar Hasibuan, Senin (26/2).
Baca Juga: Diputus Besok, Nasib Pencalonan Ria Saptarika di Tangan Gakkumdu
Sementara di posisi keempat ada putri Soerya Respationo, Dwi Ajeng Sekar Respaty dengan 44.659 suara. Selisih antara posisi kedua, ketiga dan keempat ini sangat tipis. Kejar mengejar suara pun masih terus terjadi. Seperti diketahui, jatah kursi DPD RI untuk Kep-ri hanya berjumlah empat kursi saja.
Dari empat posisi teratas ini, dua calon merupakan incumbent yakni Dharma Setiawan dan Ria Saptarika. Sementara dua calon lain merupakan pendatang baru yakni Ismeth Abdullah dan Sekar Respationo.
Selanjutnya di posisi kelima ada Sirajudin Nur dengan perolehan 29.319 suara. Selanjutnya, Haripinto Tanuwidjaya dengan perolehan 28.503 suara dan posisi ketujuh ada Hardi Selamat Hood dengan perolehan sementara 24.048 suara.
Perhitungan suara real count KPU masih terus berjalan. Ketujuh calon DPD RI Dapil Kepri ini masih terus mengum-pulkan serta menghitung suara mereka masuk.
Komisioner KPU Kota Batam, Adri Wislawawan, mengatakan, KPU melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari tingkat terendah sampai tertinggi, yakni tempat pemu-ngutan suara, lalu kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional. ”Untuk saat ini masih di tingkat PPK atau kecamatan,” ujarnya.
Baca Juga: Ribut Taksi Online dan Pangkalan di Pelabuhan Batamcenter, Berakhir Damai di Polsek Batamkota
Menurutnya, perhitungan perolehan suara tiap peserta pemilu saat ini masih dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan secara manual. Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) web, kata dia merupakan alat bantu rekapitulasi dan publikasi untuk kepentingan akuntabilitas dan tranparansi kepada publik sesuai dengan amanah undang-undang. Hal ini sesuai dengan pasal 15 PKPU Nomor 5 Tahun 2024. Bahwa PPK melaksanakan rekapitulasi berdasarkan formulir model C Hasil setiap jenis pemilu dari kotak suara tersegel dari tiap TPS pada wilayahnya.
”Kemudian, jika terdapat perbedaan data antara data di Sirekap dengan C Hasil, maka PPK melakukan pembetulan pada Sirekap berdasarkan dengan formulir C Hasil dari TPS,” jelasnya.
Sesuai dengan lampiran I PKPU 5 Tahun 2024, Pleno rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan bisa dimulai sejak 15 Februari 2024 dan selesai paling lambat 2 Maret 2024. KPU Kota Batam akan melakukan pleno rekapitulasi perolehan suara secara manual dengan alat bantu Sirekap Web berdasarkan formulir D Hasil Kecamatan setiap jenis pemilu ketika pleno di kecamatan sudah selesai semua sesuai dengan Pasal 47 PKPU Nomor 5 Tahun 2024.
Sementara itu, rekapitulasi hasil pemungutan suara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bengkong diperkirakan akan selesai Selasa (27/2) malam. Ketua PPK Bengkong, Agus Dianto, mengatakan, rekapitulasi saat ini sudah mencapai 95 persen atau tersisa 3 TPS saja.
”Hari ini (kemarin) sisa tiga TPS saja lagi di Kelurahan Tanjungbuntung,” ujarnya, Senin (26/2).
Ia menjelaskan untuk kelurahan yang selesai dilakukan penghitungan yakni Kelurahan Bengkong Indah dengan total 54 TPS, Bengkong Laut 55 TPS, dan Bengkong Sadai 109 TPS.
”Perkiraan selesai besok malam. Kita pencermatan dulu,” katanya.
Dari penghitungan sementara tersebut, caleg yang unggul di antaranya untuk DPRD Kota Batam dari Partai NasDem yakni Kamaruddin dan Asnawati, DPD RI diungguli Ria Saptarika dan Sirajudin Nur. Kemudian, DPR RI diungguli Randi Zulmariadi dan Riski Faisal.
”Untuk Presiden masih tetap diungguli paslon nomor urut 02. Tapi ini hasil penghitungan sementara sampai saat ini,” ucapnya.
Di lain pihak, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Nongsa telah melaksanakan perhitungan suara dari 231 Tempat Pemilihan Suara (TPS) di tiga kelurahan yakni, Ngenang, Sambau, dan Kabil. Proses penghitungan yang telah berjalan 50 persen ini terdapat beberapa kandidat calon legislatif (caleg) dengan perolehan suara saling bersaing di tingkat DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota.
“Kami masih upayakan agar bisa selesai pada 28 Februari ini,” ujar Ketua PPK Nongsa, Jauhari, Senin (26/2).
Baca Juga: Ribut Taksi Online dan Pangkalan di Pelabuhan Batamcenter, Berakhir Damai di Polsek Batamkota
Panitia pleno masih memproses penghitungan suara untuk Kelurahan Batubesar. “Masih berjalan, tinggal satu kelurahan lagi,” jelasnya.
Perolehan suara DPRD Provinsi Kepri Dapil Kepri VI dari partai Gerindra, Ririn Warsiti, meraih 472 suara, lalu Werton Panggabean dengan 215 suara. Kemudian dari PDIP, Saproni merigh 380 suara, dilanjutkan dari Partai Golkar, Taba Iskandar dengan 238 suara.
Lalu dari Partai NasDem, Afrizal Dachlan dengan 477 suara. Dari PKS, Wahyu Wah-yudin memperoleh 452 suara.
Sementara dari kontestan DPD RI, urutan pertama Ria Saptarika, kemudian Ismeth Abdullah, dan Dwi Ajeng Sekar Respaty.
Di Kecamatan Sagulung yang memiliki jumlah TPS dan DPT atau DPT Tambahan terbanyak di Kota Batam juga mulai menginjak angka 50 persen. Sesuai kebijakan tenggang waktu pleno tingkat kecamatan berakhir tanggal 2 Maret nanti dan PPK tiap kecamatan yakin pleno ini akan rampung tepat waktu.
Baca Juga: Harga Sembako Meroket Jelang Ramadan, Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram
Sepanjang perjalanan proses rekapitulasi surat suara, banyak dinamika yang ditemukan petugas. Aksi protes kontestan dan timsesnya hingga masalah panasnya ruangan lokasi pleno jadi warna dari proses perampungan pesta demokrasi lima tahunan ini.
Pleno rekapitulasi Sagulung yang dilaksanakan di pertokoan Cipta Grand City (CGC) juga banyak cerita. Salah satunya keluhan cuaca panas dari petugas ataupun timses kontestan yang selalu berada di lokasi pleno.
Di dalam ruangan pleno sirkulasi udara hanya melalui kipas angin dan blower sehingga tetap terasa panas karena teriknya matahari. Sementara di luar gedung ada banyak tim pemenangan kontestan pemilu yang memasang tenda untuk berteduh. Masing-masing mereka cukup sema-ngat dan antusias mengawal proses rekapitulasi yang berjalan.
Sejumlah petugas yang ditemui Batam Pos menyebut meskipun begitu situasi tetap aman kondusif. Proses pelak-sanaan rekapitulasi tidak terhambat.
”Lancar sebenarnya proses penghitungan di dalam. Yang riak kan di luar sini. Memang agak lambat Sagulung ini karena TPS mendekati angka 600, terbanyak di Batam,” kata Agus, petugas di lokasi pleno Kecamatan Sagulung.
Demikian juga di Kecamatan Batuaji, pleno yang telah memasuki angka 70 persen juga berjalan aman dan tertib walaupun ada ada riak. Petugas PPK dan penyelengara Pemilu lainnya juga mampu mengatasi situasi di lapangan termasuk pihak kepolisian setempat. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra / Yofi Yuhendri / Azis Maulana / Eusebius Sara



