Kamis, 15 Januari 2026

Usai Lebaran Warga Batam Kembali Ramai Bayar Pajak, Ini Sumber Pajak Terbesar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dua warga melakukan pembayaran pajak menggunakan Qris di pelayanan Bus Interaksi Pajak Bapenda Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Usai libur lebaran, pelayanan pajak di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam kembali normal.

Wajib pajak sudah bisa kembali melakukan pembayaran pajak di konter pelayanan. Selain di konter, pembayaran pajak juga bisa dilakukan melalui bus keliling milik Bapenda Batam.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah menyampaikan target pajak tahun ini diperkirakan bisa tumbuh positif. Hal ini didorong ekonomi Batam yang juga tumbuh.

Baca Juga: Pemko Batam Fasilitasi 200 Sertifikasi Halal Produk UMKM

Tren pembayaran pajak atau diharapkan turut menerima dampak dari kenaikan ekonomi. Sehingga minat untuk membayar pajak bisa terus naik.

“Tingkat kepatuhan pembayaran pajak masih di angka 67 persen. Perlu upaya agar angka itu terus naik. Salah satunya relaksasi hingga jemput bola,” kata dia, Senin (22/4).

Azmansyah menyebutkan target pajak tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Hingga April ini nilai pajak yang sudah masuk dalam penerimaan daerah yaitu Rp440 miliar dari target Rp1,3 triliun atau 31,87 persen.

Ia merinci penerimaan terbesar masih bersumber dari BPHTB yakni sebesar Rp140 miliar dari target Rp414 miliar atau 38 persen. Disusul diperingkat kedua PBB-P2 dengan realisasi Rp83,9 miliar dari target Rp260 miliar atau 32 persen.

Baca Juga: Pemko Batam Buka Seleksi Anggota Paskibraka

“Pekan depan kami mulai lagi roadshow PBB-P2 di 12 kecamatan. Jadi wajib pajak silakan bayarkan pajaknya. Karena sekarang sudah bisa online banking, via bank, bus keliling, dan roadshow ini,” ajaknya.

Untuk pajak parkir sudah tercapai Rp3,5 miliar dari Rp16,2 miliar atau 22,07 persen. Sementara itu, berdasarkan siependa.batam.go.id retribusi parkir tepi jalan realisasi hingga April ini Rp1,8 miliar dari target Rp15 miliar atau 12,10 persen. (*)

 

Reporter: Yulitavia

Update