
batampos – Denyut Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam semakin terasa. Banyak nama berebut simpati partai. Mulai dari Marlin Agustina, Amsakar, Asmin Patros, Taba Iskandar, Surya Makmur, Ahmad Surya, hingga sejumlah nama-nama lainnya.
Nama-nama ini mulai intensi melakukan pendekatan dengan berbagai parpol dengan harapan kans maju di Pilwako Batam semakin besar bermodal dukungan parpol-parpol pemilik kursi di DPRD Batam.
Salah satu bakal calon Wali Kota Batam yang sangat intensi melakukan komunikasi politik ke parpol-parpol pendulang suara adalah Marlin Agustina. Bahkan, kader Partai Gerindra ini sudah mendaftar ke PKB, untuk dukungan maju sebagai Calon Wali Kota Batam.
Saat pendaftaran, Marlin ditemani suaminya yang juga Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
”Iya Buk Marlin dan Pak Rudi sudah menemui kami,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Batam, Surya Makmur Nasution, kepada Batam Pos, Jumat (3/5).
Ia mengatakan, sejauh ini untuk pendaftar eksternal baru Marlin Agustina. ”Sebelumnya kami sudah mendekati beberapa tokoh, seperti Pak Amsakar. Namun, yang merespons langsung itu Bu Marlin,” ungkap pria akrab disapa SMN itu.
Saat ditanya mengenai kedatangan Marlin yang ditemani Rudi, SMN mengatakan bahwa kedatangan Rudi juga dalam rangka mendaftar untuk pemilihan kepala daerah atau Pilgub Kepulauan Riau.
”Tapi untuk lebih jelasnya bisa tanya Pak Aman (Sekretaris DPW PKB Kepri),” ungkap SMN.
Ketua Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah DPW PKB Provinsi Kepri, Aman, yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri, Muhammad Rudi, bersama istrinya yang juga Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, tak hanya bertemu dengan DPD dan DPW PKB, tapi sudah bertemu dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Pertemuan itu merupakan momen halalbihalal bersama seluruh bakal calon kepala daerah yang mendaftar melalui PKB. ”Bahasa kami bilang taaruf politik bersama Gus Muhaimin, sekaligus help desk Pilkada DPP PKB dengan bakal calon kepala daerah,” kata dia, Sabtu (4/5).
Mengenai isi pertemuan dengan kedua tokoh Batam tersebut, Aman mengatakan pertemuan digelar tertutup. Namun pada intinya, PKB akan medukung calon potensial untuk maju di Pilgub dan Pilwako Batam November mendatang.
”Tentu kami akan bersama calon yang punya visi dan misi sama dengan PKB. Pendaftaran sudah kami buka dan keduanya menyatakan minat mendaftar dari PKB,” sebutnya.
Rudi sendiri mengakui sudah mendaftar dan mengambil formulir di PKB dan menjalin komunikasi bersama beberapa parta politik.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kepri di Bawah 10 Persen
”PKB sudah, Demokrat sudah, PSI sudah. Semua partai masih komunikasi terus,” ujarnya di sela-sela May Day beberap waktu lalu.
Disinggung mengenai calon pendamping atau Kepri dua yang ingin dipilih olehnya, Rudi mengaku masih mempertimbangkan beberapa nama untuk dipilih. Saat ini tugas utama adalah memantapkan niat untuk maju di Kepri satu, dan menggalang dukungan sebanyak mungkin.
”Belum lagi. Saya masih cari siapa yang layak dan memiliki tujuan yang saman dengan saya tentunya,” imbuhnya.
Mengenai bakal calon yang akan diusung oleh Partai NasDem di Pilwako Batam, Rudi masih irit bicara. Ia enggan mengomentari mengenai persiapan Partai NasDem untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan yang sudah dijalani dua periode i ni. ”Batam? Nantilah,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, juga belum mau banyak bicara maju dari partai mana untuk Pilwako Batam. Saat ini Marlin terdaftar sebagai salah satu kader dari Partai Gerindra. Marlin diketahui merapat ke PKB sebagai partai pertama mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah Kota Batam.
”Akan ada kejutan-kejutan nanti. Tunggu saja. Pada intinya saya ingin melanjutkan kepemimpinan yang sudah dimulakan oleh Pak Rudi. Untuk maju dari mana atau seperti apa, masih rahasia, termasuk mengenai sosok calon pendamping di Pilkada mendatang,” ungkapnya.
SMN menambahkan, meskipun sudah ada yang mendaftar dari eksternal PKB, PKB masih membuka diri menerima calon lainnya. ”Kami tidak menutup diri,” ujar SMN.
Sementara itu, calon internal dari PKB, sejauh ini, kata SMN, baru dirinya saja. Ia mengatakan, sejak awal dilantik sebagai DPC PKB Batam, diproyeksikan untuk maju di Pemilihan Wali Kota Batam mendatang.
”Baru abang (Surya Makmur Nasution) saja, dan sudah diproyeksikan,” tuturnya.
Seperti diketahui, PKB memiliki 4 kursi di DPRD Batam. Agar bisa mengusung satu pasangan untuk berkompetisi di Pilwako Batam, perlu 10 kursi. Tentunya hal ini, tidak menutup kemungkinan PKB akan berkoalisi dengan partai lainnya.
Sementara itu, Partai Gerindra yang merupakan rumahnya Marlin Agustina, masih belum membuka pendaftaran eksternal untuk Pilwako Batam.
Ketua DPC Gerindra Kota Batam, Nyanyang Harris Pratamura, mengungkapkan, sejauh ini Gerindra masih mengutamakan pentolan-pentolan internal untuk maju di Pilwako Batam.
Ia mengatakan, nama-nama dari internal Gerindra yang sudah mencuat yakni Marlin Agustina, Ahmad Surya, dan Muhammad Rudi (Caleg Partai Gerindra Dapil 5 Batam).
Saat ditanya, apakah Gerindra membuka peluang untuk nama-nama dari eksternal partai? Nyanyang mengatakan, Gerindra belum membuka pendaftaran dari eksternal Gerindra.
”Untuk dari luar, kami masih menunggu arahan dari DPP Gerindra,” ujar Nyanyang.
Meskipun belum membuka pendaftaran untuk Pilwako Batam, Nyayang mengaku, banyak tokoh-tokoh yang datang bersilaturahmi dengannya.
”Sekedar silaturahmi, ketemu dan ngopi-ngopi saya terima. Tapi, jika pendaftaran, kami masih menunggu dari DPP,” tuturnya.
Baca Juga: Solusi Mengatasi Kekurangan 900 Tenaga Guru, Disdik Batam Buka Jalur PPPK
Terkait nama-nama itu, Nyanyang mengatakan, belum dapat menyampaikannya. Sebab, kata Nyanyang tak etis rasanya menyebutkan nama-nama yang mencoba mendekati Gerindra untuk ikut di Pilwako Batam sebelum ada petunjuk dari DPP.
”Nantilah, jika sudah ada arahan dari DPP,” ujar Nyanyang.
Pergerakan politik yang dinamis menjelang Pilwako Batam tidak hanya dari PKB dan Gerindra saja, Partai Golkar juga mulai bergerak. Ketua DPD Partai Golkar Kepri, Ahmad Makruf Maulana mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendeklarasikan nama-nama yang akan bertarung di Pilwako Batam dan Pilkada Kepri.
”Iya nanti tunggu saja deklarasi. Tunggu kabar baiknya,” kata Makruf, saat ditemui usai menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus baru DPP Apindo Kepri di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kamis (2/5).
Ia mengatakan, dari internal Partai Golkar ada beberapa nama yang muncul yakni Asmin Patros, Taba Iskandar, dan Yunus. Sementara dari eksternal partai ada Amsakar, Onward C Siahaan (PSI), dan Suryani (PKS).
”Kami cari yang terbaik. Karena ingin menang. Jadi tunggu tanggal mainnya,” ucap Makruf.
Beberapa waktu lalu, Makruf sangat semangat dan menyatakan Golkar akan mendeklarasikan Amsakar. Namun kini, Makruf menyatakan, tak satu nama. Ada beberapa nama dan masih menunggu survey dari Partai Golkar.
”Patokannya hasil survei karena kita mau menang,” ujar Ma’ruf.
Di tempat terpisah, Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, Soeryo Respationo menyampaikan, menghadapi Pikada yang sudah di depan mata, pihaknya mengaku sudah berkomunikasi intens dengan bakal calon Pilgub dan Pilwako di Batam.
Tiga nama tokoh yang menyatakan minat untuk mendaftar di PDIP yaitu Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri, hingga Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Selain itu, ada juga Wakil Gubernur Malin Agustina yang bakal maju di Pilwako Batam.
”PDIP masih diperhitungkan. Meskipun baru mau dibuka Senin ini, komunikasi dengan kami sudah intens,” sebutnya.
Soerya menyampaikan untuk kader internal ia juga mendorong untuk maju di Pilwako Batam. Ada tiga nama yang diusulkan yaitu Putra Yustisi Respaty, Udin P Sihaloho, dan Nuryanto. Ia mengaku kader ini disiapkan untuk maju di Batam 2. Ia berharap konsolidasi yang dijalin oleh PDIP ini bisa berjalan baik. Sehingga PDIP ikut membangun di Kota Batam ini.
”Kader terbaik pasti kami usung untuk maju. Calon potensial dan elektabilitas akan menjadi pertimbangan utama dari PDIP,” ucapnya.
Mengenai kondisi perpolitikan di Kepri dan Batam saat ini, Soeryo menilai cukup menarik. Saat ini sudah ada tiga nama yang mencuat di Kepri 1, sementara di Batam sudah ada dua nama, dan kemungkinan masih akan bertambah.
”Makanya penting sekali konsolidasi. Agar calon potensial, dan kader PDIP bisa menjadi bagian dari Batam dan Kepri tentunya,” tambah pria yang akrab disapa Romo ini.
Sementara itu, Kans Wakil Wali Kota Batam Amsakar untuk ikut dalam Pemilihan Wali Kota Batam juga terus mencuat. Dukungan terus mengalir baik dari simpatisan, pendukung, hingga Partai Golkar.
Amsakar menyampaikan sudah mempersiapkan diri untuk mendaftar di Partai NasDem sebagai calon wali Kota Batam November mendatang.
Sampai saat ini, sebagai kader, tentu saja ia tetap tegak lurus dengan kebijakan dan arahan Ketua umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.
”Selama masih belum ada kebijakan lebih lanjut dari beliau, saya tetap melaksanakan arah politik ke depan sesuai kebijakan internal,” kata Amsakar, Sabtu (4/5).
Soal pertemuan dengan DPP sudah beberapa kali dilakukan, baik dengan Ketum maupun dengan Sekjen dan Jajaran Pengurus teras lainnya.
Prinsipnya, di pertemuan yang penuh keakraban dan kekeluargaan itu, semua mendiskusikan banyak hal terkait dengan kontestasi dan konstalasi Pilkada 2024 ini.
”Pada intinya,jalan untuk berkompetisi di pilwako Batam 2024 ini masih sangat terbuka,” sebut Amsakar.
Ia berharap mudah-mudahan beberapa waktu ke depan sudah ada penjelasan final mengenai kebijakan yang akan diambil oleh DPP.
”Kita tunggu saja karena jika sudah sampai waktunya nanti pasti semuanya akan diungkap di ruang publik ini,” ungkap Ketua DPD Partai Nasdem Kota Batam ini.
Namun pihaknya mengaku juga sudah menyiapkan beberapa rencana lainnya, jika langkah politiknya tidak mendapatkan dukungan internal.
”Tentu harus ada. Karena ini pertaruhan. Saya sudah memantapkan hati untuk maju di Pilwako mendatang,” tegasnya.
Reporter : FISKA JUANDA / YULITAVIA



