
batampos – Demam Berdarah Dangue (DBD) semakin mewabah di Batam. Masih banyak masyarakat yang terjangkit penyakit yang disebabkan sengatan nyamuk aedes aegepty itu.
Masyarakat yang berdiam di Marina, kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang misalkan banyak yang terjangkit DBD dalam sepekan terakhir ini. Data dari perangkat RT yang didapat Batam Pos sudah dua orang yang terjangkit DBD dan dilarikan ke Rumah Sakit.
“Di RW 19 ini ada dua orang yang kena dalam seminggu ini. Di rawat di rumah sakit. Belum dari RW lain,” ujar ketua RT 01/RW 19 Aswardi, Minggu (19/5).
Mewabahnya penyakit berbahaya ini masyarakat di sana. Ini faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi sebabkan banyak genangan air di pemukiman sehingga jadi sarang nyamuk.
“Kalau ditempat kami drainase memang tak lancar jadi digenangi air terus. Bisa jadi itu yang menyebabkan DBD mewabah di sana,” ujar Sumarni, warga Marina.
Temuan kasus DBD ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Batam dan masyarakat berharap agar Dinas segera lakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk yang menjadi penyebab penyakit DBD ini.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Batam akui DBD mulai mengintai masyarakat sepanjang musim penghujan ini. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji mencatat ada 15 pasien di tiga bulan pertama tahun ini. Satu pasien di antaranya meninggal dunia di bulan Januari.
Ini mengkuatirkan, sebab pola cuaca yang tak menentu ini tentu akan semakin berisiko dengan ancaman DBD ini. Masyarakat berharap ada tindakan pencegahan dari Dinas terakait dengan program pengasapan atau fogging.
“Nyamuk semakin banyak. Kita susah berupaya keras baik goro bersihkan drainase ataupun lingkungan rumah masing-masing. Mohon pemerintah juga ambil bagian dengan melakukan fogging untuk memerangi nyamuk ini. Sudah banyak yang kena DBD, ” kata Suhaimin, warga Bukit Tempayan, Batuaji.
Ancaman mewabahnya penyakit DBD ini jadi perhatian serius masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Masyarakat yang resah dengan kerumunan nyamuk dan jentik nyamuk berharap agar ada program fogging atau pengasapan dari instansi pemerintah terkait sebagai upaya pencegahan.
“Setidaknya bisa mengurangi serbuan nyamuk ini kalau rutin ada pengasapan, ” harap Januari, perangkat RT di Batuaji. (*)
Reporter: Eusebius Sara



