Rabu, 28 Januari 2026

Desak Tarif Tiket Feri Batam-Singapura Turun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Antream penumpang feri yang hendak masuk Kota Batam, mengulart panjang dari konter imighrasi hingga selasar pelabuhan bahkan ke ponton feri.

batampos – Tingginya harga tiket feri dari Batam-Singapura mengancam pariwisata di Kepri. Bahkan travel agent kini kesulitan menjual paket wisata di Kepri karena dampak dari tingginya tarif kapal feri tersebut. Bahkan, Kadin Batam sudah melaporkannya ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dengan tudingan adanya kartel tiket feri Batam-Singapura.

”Ini sangat memberatkan bagi pariwisata kita. Harusnya jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Batam akan jauh lebih besar jika harga yang ada sekarang ini dikembalikan ke harga awal sebelum terjadinya wabah Covid-19,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, kepada Batam Pos, Selasa (4/6).

Jadi mengatakan, tarif tiket Batam-Singapura pulang-pergi, sebelumnya paling mahal hanya sekitar Rp500 ribu bahkan sempat lebih murah. Tetapi sekarang ini sudah mencapai Rp800 ribu.

”Kenaikan harga tiket ini menjadi salah satu penyebab masih rendahnya perjalanan wisata ke Kota Batam. Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi bagaimana agar pariwisata Batam terus tumbuh,” katanya.

Menurut Jadi, pemerintah khususnya Kepala BP Batam harus memberikan kebijakan khusus terkait masalah ini. Dan ia berharap laporan Kadin Batam ke KPPU segera menghasilkan keputusan yang pro dunia usaha dan pariwisata di Batam dan Kepri padaumumnya.

Harga tiket feri Internasional Batam-Singapura (pulang pergi) lebih mahal dibanding harga tiket Batam-Malaysia (pulang pergi). Padahal jarak tempuh untuk kedua negara ini berbeda hampir 3 kali lipat.

Baca Juga: Harga Tiket Feri ke Singapura dan Malaysia Mahal, Kadin Batam Minta Ini

Seperti untuk jarak tempuh Batam-Malaysia hampir 2 jam. Sedangkan Batam-Singapura hanya 40-45 menit.

Pantauan Batam Pos, harga tiket untuk PP Batam-Malaysia pulang pergi dihargai Rp545 ribu dan untuk sekali jalan Rp355 ribu. Sedangkan Batam-Singapura PP Rp760 ribu untuk paspor Indonesia dan Rp915 ribu paspor keseluruhan (WNA). Kemudian untuk sekali jalan Rp400 ribu paspor Indonesia dan Rp485 ribu untuk paspor WNA.

Meski harga tiket Singapura lebih mahal, namun ternyata antrean untuk pembelian tiket di konter kapal ke Singapura lebih ramai dibanding tujuan Malaysia. Salah satu petugas operator kapal ke Malaysia mengatakan, dalam sehari kapalnya hanya punya 2 jadwal keberangkatan. Pada pagi dan sore hari. Begitu juga sebaliknya.

”Harga tiket Rp545 ribu untuk PP,” sebutnya.

Sedangkan untuk kapal Batam-Singapura lebih mahal. Hal itu tertera di beberapa layar monitor masing masing-masing konter kapal. Bahkan untuk harga tiket paspor Indonesia dan WNA dipatok tarif berbeda.

Baca Juga: Tekan Harga Tiket, Sandiaga Minta Feri Batam-Singapura Ditambah

”Untuk harga tiket Batam-Singapura Rp760 ribu paspor Indonesia dan Rp915 ribu untuk paspor keseluruhan (WNA),” sebut Zeno, pihak operator kapal Majestic.

Ditanya apakah ada kemungkinan tarif tiket turun, karena banyaknya keluhan dari para penumpang, Zeno enggan menjawab.

Sementara, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, mengatakan, untuk operator kapal feri tujuanBatam-Singapura ada tiga, yakni Majestic, Sindo, dan Batamfast. Begitu juga dengan operator kapal ke Malaysia, seperti Indomas, Citra Ferry, MDM Express.

”Untuk trip kapal yang berangkat khusus Singapura-Batam, hari normal itu sekitar 70 trip. Itu di luar Malaysia,” sebut Erik.

Baca Juga: 22 Ekstra Trip di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center

Ditanya mengenai jumlah penumpang apakah ada penurunan penumpang, setelah banyak keluhan dari beberapa warga Singapura karena harga tiket mahal. Menurut Erik, arus penumpang saat ini normal. Tidak menurun dan tidak juga meningkat.

”Kalau hari biasa, bisa dikatakan normal. Rata-rata setiap hari di bawah 4000 penumpang
melalui Pelabuhan Internasional Feri Batam Center.

Beda lagi kalau hari besar dan libur, pasti ada lonjakan penumpang,” ujarnya.

Masih kata Erik, di hari biasa, banyak turis-turis dari Tiongkok dan Korea datang ke Batam. Mereka berkelompok bersama agen travel. ”Seperti yang terlihat sore ini, banyak rombongan turis dari Korea dan Cina,” katanya.

Sementara itu, Kakanwil I KPPU Wilayah I, Ridho Pamungkas, mengatakan bahwa keluhan terkait tingginya harga tiket Batam-Singapura ini sudah dikeluhkan pelaku usaha sejak 2022 lalu. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dimana ada dua pendekatan kajian yang akan dilakukan KPPU yakni penegakan hukum dan kajian advokasi.

”Untuk penegakan hukumnya, kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi dari semua pihak. Sementara dari kajian advokasi kita akan melihat ada tidaknya kebijakan yang menghambat sehingga berdampak kepada kenaikan tarif ini,” katanya.

Bahkan dalam waktu dekat, 11 Juni mendatang KPPU akan mengumpulkan dan bertemu dengan sejumlah pihak khusus untuk mendiskusikan masalah harga tiket feri Batam-Singapura dan sebaliknya.

Baca Juga: Penumpang Pelabuhan Feri Internasional Batam Center Berangsur Normal

”Kami akan bertemu semua pihak yang terkait dengan ini. Operator kapal, bukan hanya Batam-Singapura, tapi juga Batam-Malaysia akan kami panggil juga. Termasuk semua pihak terkait,” kata Ridho kepada Batam Pos, kemarin.

Ridho mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini sehingga ada titik terang dan berharap nantinya ada kebijakan yang akan berpihak kepada masyarakat luas.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Kepri, Uba Ingan Sigalingging, mengatakan bahwa masalah kenaikan tarif feri Batam-Singapura ini harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, awalnya kenaikan tiket tersebut bermula saat adanya keluhan dari operator mengenai sepinya penumpang saat Covid-19 menghantam Batam.

”Itu kan naik saat musim Covid. Harusnya setelah Covid selesai, harus normal kembali ke awal. Ini kok malah naik terus,” katanya heran.

Menurutnya, jika tarif kembali ke awal, maka jumlah kunjungan wisata dari Singapura ke Batam akan jauh meningkat dibanding saat ini.

”Ini harus menjadi atensi serius dari pemerintah. Bagaimana kunjungan wisata ke Kepri ini terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Sebelumnya, Ketua ASPABRI Kepri, Surya Wijaya, mendapat banyak keluhan dari wisman, terutama warga negara Singapura terkait mahalnya harga tiket feri internasional.

Padahal jika dibanding dengan maskapai di daerah lain untuk menuju luar negeri tak sampai Rp300 ribu untuk sekali penerbangan.

”Iya benar, karena harga tiket sudah tidak logis. Masa harga tiket feri Batam-Singapura atau sebaliknya, lebih mahal dari tiket pesawat PKU-KL hanya Rp300 ribu one way,” ungkapnya.

Menurut dia, pihak travel agent hanya mengikuti kebijakan sesuai aturan dari pemerintah. Termasuk harga tiket dan kebijakan lainnya, karena itu adalah domain pemerintah.

”Kami hanya mengikuti apa yang ditentukan pemerintah. Tugas travel agent adalah menjual dan jika produk kami tidak layak dijual. Jangan salahkan kami jual produk luar negeri,” sebutnya.

Dikatakan Surya, konsep sederhana menjual paket wisata sangat gampang. Jika harga tiket pesawat atau kapal lebih dari 25 persen dibanding harga paket, maka paket wisata mudah dijual. Namun jika melebihi itu, paket sulit dijual kecuali untuk paket khusus biasanya harga tidak menjadi masalah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam sebanyak 79.179 kunjungan pada April 2024. Tingkat kunjungan wisman tersebut mengalami penurunan 24,47 persen dibandingkan Maret 2024 yakni 104.831 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Eko Aprianto, mengatakan, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman juga menurun hingga 11,17 persen.

Dimana kunjungan wisman sepanjang Maret 2023 sebanyak 89.140 kunjungan. ”Ya, dibanding bulan yang sama tahun lalu angka kunjungan wisman ke Batam juga menurun,” ujar Eko. Menurutnya,

WNA asal Singapura masih mendominasi tingkat kunjungan wisman ke Kota Batam yakni mencapai 38.180 kunjungan atau 48,22 persen dari total wisman keseluruhan.

WNA yang banyak mengunjungi Batam berikutnya adalah dari Malaysia dengan 14.709 kunjungan, Tiongkok dengan 3.256 kunjungan, India 2.742 kunjungan serta Filipina dengan 1.487 kunjungan.

”Wisman berkebangsaan Singapura mendominasi lebih dari 44 persen dari total wisman keseluruhan. Lalu diikuti wisman berkebangsaan Malaysia yakni sebanyak 18,58 persen dan wisman berkebangsaan Cina 4,11 persen,” terang Eko.

Adapun pintu masuk wisman ke Kota Batam pada April tahun 2024 ini melalui Pelabuhan Feri Batam Center, Nongsa Pura Nongsa, Harbourbay, Pelabuhan International Sekupang dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

Sementara itu untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau, Eko menambahkan, pada April 2024 mencapai rata-rata 51,63 persen atau mengalami penurunan 3,22 persen poin dibandingkan TPK Maret 2024 yang sebesar 54,85 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau selama bulan April 2024 adalah 2,17 hari, atau turun 0,02 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada
Maret 2024. Pada bulan April 2024, rata-rata lama menginap tamu Indonesia mencapai 2,07 hari atau lebih rendah 0,31 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,38 hari.(*)

Update