
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah merancang aplikasi inovatif bertajuk Batam Bedelau “Berinteraksi Dengan Layanan Terpadu” untuk mempermudah akses informasi pelayanan publik.
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan mengungkapkan bahwa aplikasi ini bertujuan menjadikan layanan publik lebih mudah diakses hanya dalam genggaman tangan.
Applikasi yang kini masih dalam tahap pengembangan, diharapkan bisa menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masa depan, yang tidak hanya mengelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara terpadu tetapi juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: PDIP Mustahil Usung Calon di Pilwako Batam 2024, Nuryanto: Sudah Game Over
“Aplikasi ini akan meliputi dashboard bersama yang bisa digunakan oleh masyarakat dan pengguna layanan publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemko Batam berencana membentuk unit kerja khusus dalam bentuk BUMD untuk mengelola ducting bersama, yang diharapkan bisa menjadi salah satu sumber PAD Batam di masa depan.
“Ini juga bertujuan untuk meningkatkan estetika infrastruktur jaringan telekomunikasi, memastikan keteraturan, dan keamanan sistem TIK di kota,” ujarnya.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh terbaik di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan berpotensi dipromosikan ke tingkat nasional melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada tahun 2026, dengan dukungan Kemendagri dan KemenKominfo RI.
Baca Juga: Sudah Ditanggung Dana BOS, Sekolah Dilarang Wajibkan Siswa Beli Buku
“Pemko menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak agar Batam dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan era digital,” tutupnya. (*)
Reporter: Azis Maulana



