
batampos – Tokoh masyarakat Batam Sri Soedarsono, mendapat penghargaan internasional LifeTime Achievement di ajang konfrensi dunia melalui International Council of Education for People With Visual Impairment (ICEVI) atau Dewan Internasional untuk Pendidikan Penyandang Tunanetra yang digelar di Ahmedabad, India pada tanggal 14-17 November 2024.
Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang didapat dengan penuh pengabdian terhadap dunia pendidikan. Penghargaan ini didapat hanya dengan dedikasi, kesungguhan, daya tahan dan kecintaan terus menerus untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dan remaja.
Adik kandung BJ Habibie ini hadir bersama 223 peserta dari seluruh dunia di konfrensi dunia tersebut. Kali ini, Konferensi Dunia diselenggarakan oleh Asosiasi Tunanetra (BPA) dan Sense International India, bekerja sama dengan Universitas Dr. Babasaheb Ambedkar, Ahmedabad, Gujarat India yang terkenal dengan program pendidikan tingginya yang mempromosikan “Pendidikan untuk Semua”.
“Saya sangat terharu menerima penghargaan internasional, dan bisa mewakili dan mengharum nama Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Sri Soedarsono usai menerima penghargaan.
Sri Soedarsono satu-satunya wanita asal Indonesia yang mendapat penghargaan tersebut atas dedikasinya dalam pengembangan akses dan kualitas pendidikan tunanetra hampir setengah abad menggeluti kegiatan pendidikan dan sosial kemanusiaan di Kota Batam.
Melalui yayasan pendidikan Keluarga Batam yang dikelola Sri Soedarsono memang sejak awal konsen mengembangkan pendidikan bagi siswa penyandang disabilitas termasuk siswa tunanetra, baik dengan disabilitas tunggal, ganda maupun multi, memiliki kebutuhan khusus.
Sejumlah koleganya, banyak mengucapkan selamat atas dedikasinya yang diterima wanita yang kini menginjak usia 85 tahun. Ia mengaku kebutuhan khusus tersebut harus dipenuhi oleh sistem pendidikan di semua negara di dunia.
International Council of Education for People with Visual Impairment (ICEVI) adalah sebuah organisasi internasional yang berfokus pada peningkatan pendidikan dan layanan bagi individu dengan gangguan penglihatan. Didirikan pada tahun 1952, ICEVI bekerja untuk memastikan akses yang adil dan inklusif terhadap pendidikan bagi orang-orang dengan kebutaan atau gangguan penglihatan di seluruh dunia. Organisasi ini berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan komunitas penyandang disabilitas untuk mempromosikan praktik pendidikan yang inklusif, menyediakan sumber daya pendidikan, dan mengadvokasi hak-hak pendidikan bagi individu dengan gangguan penglihatan.( *)
Reporter: Jamil



