Rabu, 4 Februari 2026

SAYANG Kawal Suara, Pastikan Tidak Hilang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Batam.
Foto: Putut Ariyo / Batam Pos

batampos – Hasil hitung cepat (quick count) Pilgub Kepri dari Poltracking maupun Indikator menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura, unggul dengan perolehan suara sekitar 55 persen. Sementara itu, paslon nomor urut 02, Muhammad Rudi-Aunur Rafiq, memperoleh sekitar 45 persen suara.

Meski demikian, proses penghitungan belum selesai sepenuhnya. Hingga kini, data yang masuk baru mencapai 80 persen. Wakil Ketua DPC PDIP Batam, Rional Putra, mengingatkan bahwa hasil quick count bukanlah final.

Data yang masuk masih belum semua, masih sekitar 80 persen. Kita tunggu hasil peng-hitungan suara penuh. Sekarang ini posisinya quick count. Kami sebagai tim paslon 02 akan terus mengawal ini sampai hasil penghitungan riil dari KPU, karena begitu arahan dari ketua tim,” ujar Rio, Kamis (28/11).

Ia menyebut pihaknya masih optimistis dengan peluang paslon 02. Selain itu, ucapan terima kasih ia sampaikan kepada masyarakat, khususnya pendukung Rudi-Rafiq yang telah bertungkus lumus berjuang.

“Kami masih optimistis bisa mengejar ketertinggalan ini. Apa pun itu, masih ada keajaiban dari Tuhan. Kami berterima kasih kepada masyarakat Batam yang memang betul-betul menginginkan demokrasi. Soal menang atau kalah, itu sudah menjadi takdir Allah,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Arus Muda Kepri, Eddy, yang juga merupakan tim pemenangan paslon 02, menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari KPU. “Kami masih menunggu rekap KPU. Masih menunggu hasil real count,” ujarnya singkat.

Proses penghitungan suara resmi oleh KPU akan menjadi penentu akhir hasil Pilgub Kepri 2024. KPU setempat masih dalam tahap rekapitulasi suara dari tiap daerah di Kepri.
Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Ansar Ahmad-Nyanyang (Sayang), Ade Angga, mengatakan bahwa suara yang diperoleh dalam pemungutan di TPS akan dikawal ketat. Ia memastikan seluruh suara tidak akan hilang satu pun.

“Kami pastikan bahwa tidak akan ada satu suara pun yang hilang dari quick count,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh suara mulai dikawal dari TPS, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Untuk itu, ia meminta seluruh relawan tetap bekerja. “Kita belum boleh bereuforia terlalu tinggi. Perjalanan masih panjang,” katanya.

Menurut Ade, keunggulan ini merupakan kemenangan bersama, termasuk hasil kerja keras para relawan dan partai pengusung Sayang. “Berkat kerja keras, hasil ini yang terbaik untuk Kepri,” ungkapnya.

Pantauan Batam Pos, Posko Kemenangan Sayang di Simpang Indomobil masih ramai dikunjungi tim dan relawan. Usai mendeklarasikan kemenangan, sejumlah tim pemenangan turut merayakannya dengan memangkas rambut hingga gundul.

Adapun yang melakukan pangkas gundul, yakni Ketua DPD Golkar Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana; anggota DPRD Kepri, Asmin Patros; Ketua DPW Perindo Kepri, Jadi Rajagukguk; Joko Mulyono; dan petinggi partai lainnya.

Terpisah, pengamat politik sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda, menilai kemenangan petahana didukung oleh tingginya elektabilitas Ansar serta kekompakan tim sukses yang solid dalam mendulang suara. “Hasil survei sebelumnya juga tidak jauh berbeda dengan hasil quick count,” ujarnya.

Mulda menambahkan, faktor lain yang memengaruhi adalah pergeseran dukungan dari sejumlah simpatisan Rudi yang berpindah ke pihak lain karena ketidaksepakatan politik. Selain itu, isu Rempang-Galang yang berkembang juga memberi dampak negatif pada suara Rudi.

“Dengan selisih 10 persen, Rudi akan kesulitan mengejar ketertinggalan,” kata Mulda.

Senada dengan Mulda, pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji, Endri Sanopaka, mengungkapkan bahwa meski Pilkada sempat diwarnai isu politik uang, masyarakat Kepri menunjukkan kematangan dalam berdemokrasi. “Isu money politic menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya penye-lenggaraan pesta demokrasi yang fair,” jelasnya.

Sanopaka menambahkan bahwa meskipun banyak yang memprediksi pertarungan akan sengit, hasil quick count menunjukkan keunggulan Ansar yang cukup signifikan, dengan selisih antara 9 hingga 10 persen.

“Ternyata, dukungan besar di Batam yang diharapkan menguntungkan Rudi, justru tidak membawa hasil signifikan,” tambahnya.

Selain itu, menurut Sanopaka, rendahnya partisipasi pemilih di Batam turut merugikan Rudi, yang memiliki hubungan emosional dengan wilayah tersebut, sementara menguntungkan petahana. (*)

 

Reporter: ARJUNA, RENGGA YULIANDRA, YOFI YUHENDRI

Update