Senin, 2 Februari 2026

Optimalkan Logistik, ALFI Dorong Direct Flight Batam-Korea untuk Kargo

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Diskusi akhir tahun Alfi dengan pengusaha, asosiasi, perwakilan dari Bea Cukai (BC), dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Harborbay. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pengiriman barang dari Batam ke Korea Selatan dinilai dapat lebih efisien jika dilakukan langsung tanpa harus transit melalui Cengkareng. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPC Batam, Yasser Hadeka Daniel, dalam diskusi akhir tahun bersama pengusaha, asosiasi, perwakilan dari Bea Cukai (BC), dan Badan Usaha Pelabuhan di Harborbay, Kamis (5/12).

Menurut Yasser, jalur penerbangan langsung Batam–Incheon yang selama ini hanya digunakan untuk penumpang seharusnya dimanfaatkan juga untuk pengiriman kargo. “Sayang sekali jika Bandara Internasional Hang Nadim dengan investasi besar tidak dimaksimalkan untuk pengiriman barang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman langsung ke Korea akan memangkas biaya logistik dan waktu distribusi barang. Saat ini, pengiriman ke Korea harus melalui Cengkareng, yang dinilai tidak efisien.

“Dengan Direct Flight untuk kargo, Batam tidak hanya terhubung dengan Korea tetapi juga berpotensi memperluas jalur ekspor ke berbagai negara lain,” tambahnya.

Namun, Yasser mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi, terutama terkait infrastruktur pelabuhan. Ia menyoroti keterbatasan fasilitas seperti crane dan tempat penumpukan kontainer yang belum optimal. Meski demikian, upaya peningkatan terus dilakukan, termasuk menyiapkan area penumpukan baru di Batuampar untuk kontainer domestik LCL.

“Insya Allah, minggu depan fasilitas penumpukan yang lebih baik sudah bisa digunakan. Ini salah satu langkah untuk mendukung efisiensi logistik,” jelasnya.

Diskusi tersebut juga dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Bea Cukai Batam, Teguh, yang mengatakan pihaknya mendukung inisiatif ini dengan menyiapkan regulasi yang diperlukan. “Kami sedang membahas agar potensi pendapatan negara dari kargo bisa dioptimalkan,” ujar Teguh.

ALFI berharap kolaborasi antara pengusaha, asosiasi, dan pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang mendukung Batam sebagai hub logistik internasional. “Logistik adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jika biaya logistik tidak efisien, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sulit tercapai,” tegas Yasser.

Dengan upaya ini, diharapkan Batam bisa bersaing sebagai pusat distribusi barang, tidak hanya ke Asia Timur seperti China dan Korea, tetapi juga ke pasar global lainnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update