Senin, 2 Februari 2026

23.551 Pencari Kerja di Batam Sepanjang 2024, Mayoritas Lulusan SLTA

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi Pencari kerja di Batam. Tingkat pengangguran di Kepri meningkat, terutama di Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 23.551 pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, 11.917 perempuan dan 11.634 laki-laki mendominasi daftar pencaker. Mayoritas pencaker merupakan warga ber-KTP Batam yang mengurus kartu kuning di kantor kecamatan sesuai domisili, yakni sebanyak 20.557 orang. Sementara sisanya 2.994 orang adalah pemegang KTP luar Batam yang mengurusnya di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam.

“Kebanyakan pencaker kita adalah warga yang ber-KTP Batam. Totalnya sepanjang tahun ini ada 23.551 orang, di mana mayoritas mengurus di kantor kecamatan,” ujar Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Minggu (8/12).
Kecamatan Sagulung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pencaker tertinggi, yaitu 6.172 orang yang terdiri dari 3.212 perempuan dan 2.960 laki-laki. Disusul oleh Kecamatan Batuaji dengan 2.764 pencaker dan Kecamatan Sekupang sebanyak 2.692 pencaker. Sebaliknya, Kecamatan Bulang dan Belakang Padang menjadi wilayah dengan jumlah pencaker terendah, masing-masing hanya 102 orang dan 129 orang.
Dari sisi pendidikan, lulusan SLTA sederajat masih mendominasi pencaker di Kota Batam, dengan jumlah yang mencapai 20 ribuan orang.
“Mayoritas pencaker kita adalah lulusan SLTA, ini menunjukkan tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan keterampilan pencaker agar lebih siap bersaing di pasar kerja,” tambah Rudi.
Pemerintah Kota Batam lanjutnya, terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan menyediakan pelatihan bagi pencaker dan mempermudah akses informasi terkait lowongan kerja.
“Kami mewajibkan perusahaan untuk melaporkan kebutuhan tenaga kerja mereka kepada Disnaker agar pencaker lebih mudah mengetahui peluang yang ada,” tambah Rudi.
Sektor manufaktur, galangan kapal, dan oil & gas disebut sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Batam. Beberapa perusahaan besar seperti McDermott dan PT Simoe membuka ribuan lowongan kerja sepanjang tahun ini. Selain itu, sektor konstruksi dan industri lainnya juga menawarkan banyak peluang kerja, meskipun membutuhkan kualifikasi khusus.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengingatkan bahwa tren industri di Batam saat ini semakin mengarah pada industri padat modal yang lebih membutuhkan tenaga kerja terdidik dan terampil (skilled labor).
“Pekerja harus terus meningkatkan keterampilan mereka. Ke depan, peluang untuk tenaga kerja yang belum terampil akan semakin menyempit,” tegas Rafki.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan mendukung perkembangan industri di Kota Batam. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Update