Minggu, 18 Januari 2026

Pemukiman Semakin Padat, Warga Desak Jalan Marina City Segera Dilebarkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Lapak PK5 menjamur di pinggir jalan Marina City. F. Eusebius

batampos – Ruas jalan Marina City, dari Simpang Basecamp hingga Simpang Polsek Batuaji, menjadi sorotan masyarakat. Kondisi lalu lintas di kawasan ini semakin memprihatinkan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Sebab, jalanan semakin padat dan menimbulkan kemacetan.

Kemacetan yang terjadi tak hanya disebabkan oleh padatnya kendaraan, tetapi juga semakin banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menempati bahu jalan.

Lapak PKL di sepanjang ruas ini semakin mendekati aspal, mempersempit ruang gerak kendaraan dan pejalan kaki. “Setiap sore, hampir tidak ada ruang untuk berjalan kaki. Belum lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan, situasinya makin kacau,” keluh Kartini, seorang warga Marina.

Baca Juga: Terjaring Operasi, 72 Unit Motor Langsung Ditilang dengan ETLE Mobile

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan memperlebar jalan tersebut. Menurut Kartini, pelebaran jalan ini harus dilakukan hingga memiliki dua jalur dengan total lima lajur, seperti jalan-jalan utama lain di Kota Batam.

“Kalau tidak segera dilebarkan, kemacetan akan semakin parah, apalagi dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang meningkat di Marina,” tambahnya.

Andika, tokoh masyarakat setempat, juga menyuarakan hal serupa. Ia menyebut kawasan Marina merupakan permukiman padat yang terus berkembang dengan adanya proyek-proyek properti baru.

“Dukungan infrastruktur jalan yang memadai sangat penting. Jalan lima lajur untuk dua jalur sudah seharusnya ada di sini,” tegasnya.

Saat ini, kondisi jalan di Marina City dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Selain kemacetan, ketiadaan trotoar yang memadai semakin menyulitkan pejalan kaki. “Kalau tidak segera diatasi, ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan pengguna jalan,” ungkap Andika.

Baca Juga: Berkas Polisi Terlibat Penyaluran PMI Ilegal di Batam Dikembalikan Jaksa

Dari pihak pemerintah, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam menyatakan bahwa peningkatan akses jalan menjadi salah satu prioritas. Namun, proyek pelebaran jalan secara menyeluruh baru direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2025.

“Tahun ini kami fokus pada perawatan rutin, sementara proyek pelebaran direncanakan tahun 2025,” jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar.

Suhar mengakui kebutuhan pelebaran jalan di Marina sangat mendesak, tetapi keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama. “Kami memahami keluhan masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan dan dimulai tahap perencanaan detail,” tambahnya.

Di sisi lain, masyarakat berharap agar pemerintah kota bisa mempercepat proyek ini. “Kalau ditunda lagi, situasi akan semakin sulit. Kita butuh langkah konkret sekarang, bukan hanya rencana,” ujar Kartini.

Selain pelebaran jalan, warga juga mengusulkan adanya penertiban pedagang kaki lima yang menempati bahu jalan. Mereka berharap pemerintah menyediakan area khusus bagi PKL agar tidak mengganggu lalu lintas. “Penertiban harus dilakukan bersamaan dengan pelebaran jalan, supaya hasilnya maksimal,” ungkap Andika.

Dengan pertumbuhan ekonomi dan properti yang terus meningkat di Marina, kebutuhan infrastruktur jalan yang memadai menjadi semakin penting. Masyarakat kini menanti langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang sudah lama mengganggu aktivitas sehari-hari ini. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update