Senin, 19 Januari 2026

Truk Bermuatan Tanah Perparah Kerusakan Jalan di Batuaji dan Sagulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk tanah saat melintas di wilayah Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kerusakan jalan di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin parah akibat hilir mudiknya truk bermuatan material tanah untuk proyek pematangan lahan. Aktivitas kendaraan berat ini memperlebar kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan warga.

Salah satu jalan yang terdampak adalah Jalan R. Suprapto di Batuaji. Jalan ini telah lama dalam kondisi rusak dengan banyak titik kerusakan yang membahayakan pengendara. Lubang-lubang besar di beberapa bagian jalan sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan, terutama pada jam sibuk.

“Kendaraan proyek seperti truk tanah ini membuat jalan semakin hancur. Mereka sering melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan pengguna jalan lain,” keluh Mutiah, seorang warga yang sering melintasi kawasan tersebut. Ia menambahkan bahwa baik truk beroda enam maupun roda sepuluh sama-sama mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Senada dengan Mutiah, Suparno, warga lain di Batuaji, juga menyampaikan keluhannya. Menurutnya, truk-truk proyek ini tidak hanya merusak jalan, tetapi juga mengotori lingkungan. “Kalau hujan, jalan jadi becek dan berlumpur, sangat berbahaya bagi pengendara motor. Kalau cuaca kering, debu-debu dari tanah yang mereka bawa beterbangan dan mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Warga berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk menangani masalah ini. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kondisi jalan yang rusak dan berlumpur juga berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam, Salim, mengakui bahwa masih banyak persoalan yang timbul akibat kendaraan proyek ini. Ia menyebut bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penertiban, tetapi masalah masih terus berlanjut.

“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga edukasi kepada pengemudi truk agar mereka lebih sadar terhadap kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lain,” kata Salim. Namun, ia menekankan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dishub.

Salim juga meminta instansi yang memberikan izin proyek pematangan lahan agar lebih aktif mengawasi kegiatan yang berdampak pada kondisi jalan. Menurutnya, pengawasan dan regulasi yang ketat sangat diperlukan agar aktivitas kendaraan berat tidak semakin memperburuk infrastruktur jalan yang ada.

Sejauh ini, belum ada solusi konkret yang dapat mengatasi masalah tersebut secara menyeluruh. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah tegas, baik dalam perbaikan jalan maupun pengaturan lalu lintas kendaraan proyek.

Sementara itu, pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung tetap harus berhati-hati saat melintas di kawasan yang terdampak. Dengan kondisi jalan yang semakin rusak, risiko kecelakaan akibat lubang dan jalan berlumpur semakin tinggi, terutama bagi pengendara roda dua. (*)

Reporter : Eusebius Sari

Update