Minggu, 1 Februari 2026

Pemko Batam Masih Cari Solusi untuk Hidupkan Pasar Wan Sri Beni di Marina

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pasar Wan Sri Beni Marina. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pasar WAN Sri Beni di Marina, Kota Batam, hingga kini belum beroperasi meski telah selesai dibangun sejak tahun 2019 oleh Kementerian Perdagangan RI. Kondisi pasar yang tidak terawat dan minim aktivitas membuatnya terkesan mangkrak. Pemerintah Kota Batam masih mencari solusi agar pasar ini dapat difungsikan sesuai dengan tujuan awal pembangunannya.

Amad Elfasi, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala yang menjadi pertimbangan dalam mengoperasikan pasar tersebut. Salah satu masalah utama adalah kondisi lahan sekitar yang belum terbangun sepenuhnya. “Kami khawatir fasilitas penunjang nantinya akan terbentur dengan bangunan selanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, lokasi pasar yang berada di tengah hutan menjadi tantangan tersendiri. Letaknya yang sedikit lebih dalam, sekitar 200 meter dari pemukiman warga Perumahan Marina Kota Mas, membuat pasar ini kurang strategis untuk menarik pedagang maupun pembeli. “Pasar ini jauh dari cerminan cikal bakal pasar yang hidup. Ini yang masih kami pertimbangkan dalam merumuskan formulasi ke depan,” tambah Amad Elfasi.

Upaya untuk mencari pihak ketiga sebagai mitra kerja sama juga belum membuahkan hasil. Menurut Amad, hingga saat ini belum ada investor atau pihak swasta yang tertarik untuk mengelola dan mengembangkan pasar tersebut. Akibatnya, Pemkot Batam masih berupaya merawat bangunan yang sudah ada sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Dari pantauan di lapangan, kondisi pasar memang cukup memprihatinkan. Bangunan pasar yang berpagar tembok tampak tidak terawat, dengan banyak bagian yang rusak akibat aksi pencurian. Besi-besi di lapak pasar banyak yang dipotong, sementara fasilitas lainnya juga mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat pasar terlihat sepi dan menyeramkan, bahkan di siang hari.

Kehadiran pasar yang tidak berfungsi ini juga menjadi perhatian warga sekitar. Beberapa di antara mereka merasa bahwa keberadaan pasar seharusnya bisa bermanfaat jika dikelola dengan baik. Namun, karena tidak ada aktivitas dan minim fasilitas pendukung, warga lebih memilih berbelanja di pasar lain yang sudah berkembang.

Menurut Amad Elfasi, pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah agar pasar ini tidak bernasib sama dengan beberapa pasar lain di Batam yang juga kurang berkembang. “Kami ingin memastikan bahwa langkah yang diambil nantinya tepat sehingga saat pasar digunakan, bisa benar-benar hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, beberapa pihak menyarankan agar lokasi pasar ini dijadikan sebagai pusat kegiatan lain yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Misalnya, sebagai pusat kuliner atau tempat usaha berbasis komunitas agar tetap memberikan manfaat bagi warga Marina dan sekitarnya.

Pemko Batam sendiri belum memberikan keputusan akhir terkait masa depan Pasar WAN Sri Beni. Namun, mereka memastikan akan terus mencari solusi terbaik agar aset yang sudah dibangun dengan dana negara ini tidak sia-sia.

Untuk saat ini, langkah perawatan menjadi fokus utama sambil menunggu kebijakan lebih lanjut. Pemko berharap adanya kerja sama dengan pihak swasta atau investor yang bisa membantu menghidupkan kembali pasar ini agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update