Minggu, 1 Februari 2026

PT Usopater Produksi Pelampung untuk Penyangga PLTS Apung

Mampu Memasok Pelampung untuk Kebutuhan 20 Megawatt per Bulan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Suasana pabrik pelampung plastik untuk bantalan panel solar terapung di PT, Usopater di Tanjunguncang, Batuaji, Batam, Jumat (14/4) siang.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Demi mendukung upaya transisi energi dari tenaga fosil menuju tenaga surya, PT Usopater (Utomo Solar Panel Terapung) yang memproduksi komponen berupa pelampung plastik bagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung resmi beroperasi di Batam, tepatnya di Kawasan Industri Tanjunguncang, Jalan Brigjen Katamso, Batam.

Hal tersebut ditegaskan oleh Managing Director PT Usopater, Anthony Utomo. PT Usopater sendiri, pada tahap awal, baru mampu menyuplai hingga 20 MW per bulan. Beberapa klien, termasuk perusahaan BUMN seperti PT PLN Batam, telah bekerja sama agar disuplai floater yang diproduksi PT Usopater sebagai pijakan untuk menempatkan panel surya secara mengapung di perairan.

Pangsa pasar floater buatan PT Usopater tidak hanya untuk mendukung usaha PLN dalam mengembangkan PLTS. Produk buatan anak negeri ini juga dipasarkan ke sejumlah sektor swasta serta berpotensi untuk diekspor ke negara tetangga.

PLTS apung saat ini sedang dikembangkan secara besar-besaran di Indonesia dalam upaya transisi pemanfaatan energi panas matahari menjadi energi listrik. Apalagi, secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan dan maritim yang memiliki garis pantai sangat panjang.

“Untuk itulah kami, bersama mitra kami, PLN dan BRIN, akan mendukung pengembangan ini melalui produksi floating sebagai penampang panel surya di perairan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Renewable, Harjono, menyambut baik pembukaan pabrik floating untuk panel surya di Batam.

Menurutnya, PLTS apung memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan PLTS berbasis darat. Salah satu keunggulannya adalah sistem apung tidak membutuhkan lahan atau tanah untuk mendirikannya, sehingga dapat menghemat biaya seperti akuisisi lahan maupun pembebasan lahan. Selain itu, dari segi percepatan pemasangan, sistem ini juga lebih efisien.

Komponen pelampung yang diproduksi PT Usopater merupakan produk lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 55 persen serta berbahan dasar polyethylene atau biji plastik pilihan.

Adapun tenaga kerja di PT Usopater Batam saat ini berjumlah sekitar 100 orang, yang mayoritas berasal dari Batam.

“Di tempat kami ini (PT Usopater), ada hampir 100 pekerja. Kami berproduksi menggunakan praktik berkelanjutan, dalam arti saat pelampung atau floater sudah tercetak, sisa material kami potong, rapikan, lalu masukkan kembali ke mesin untuk dicetak ulang. Dengan demikian, tidak ada limbah yang terbuang, semuanya terpakai,” tegasnya. (*)

 

Update