
batampos – Industri perikanan di Kota Batam terus menunjukkan peran penting dalam sektor ekspor. Sepanjang tahun 2024, total ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414,46 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp232,68 miliar. Seluruh hasil laut tersebut dikirim ke Singapura, yang masih menjadi pasar utama bagi produk perikanan di Kota Batam.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, mengungkapkan bahwa komoditas yang diekspor merupakan ikan dengan nilai ekonomi tinggi. Beberapa jenis yang menjadi andalan ekspor meliputi kakap, kerapu, sagai, lebam, kepiting, dan lobster.
“Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor ikan dari Batam karena permintaan yang tinggi dan kedekatan geografis. Produk perikanan kita memiliki kualitas yang baik, sehingga tetap diminati pasar internasional,” ujar Yudi, Senin (17/2).
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Batam, jumlah ekspor ikan mengalami fluktuasi sepanjang tahun 2024. Rinciannya,
Januari 564,06 ton dengan nilai ekspor sebesar Rp24,7 miliar. Lalu Februari 445,82 ton dengan nilai ekspor Rp19,05 miliar.
Lalu Maret 443,39 ton sebesar Rp16,5 miliar, April: 448,63 ton Rp22 miliar, Mei 504,62 ton sebesar Rp23,6 miliar, Juni439,28 ton dengan nilai ekspor Rp21,2 miliar, Juli: 379,69 ton sebesar Rp 17,05 miliar, Agustus 393,16 ton atau Rp12,4 miliar, September 394,16 ton atau Rp18,1 miliar, Oktober 430,12 ton Rp19,2 miliar, November 422,78 ton atau Rp18,4 miliar dan Desember 548,75 ton dengan nilai ekspor Rp19,08 miliar.
Dari data tersebut, ekspor tertinggi terjadi pada Januari dengan 564,06 ton dan nilai Rp24,7 miliar, sedangkan ekspor terendah tercatat pada Agustus dengan volume 393,16 ton dan nilai Rp12,4 miliar.
“Fluktuasi ekspor ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, musim tangkap, serta permintaan pasar di Singapura. Namun secara keseluruhan, ekspor tetap stabil dan menunjukkan potensi yang baik,” tambah Yudi.
Saat ini, Dinas Perikanan masih mengumpulkan data ekspor untuk Januari 2025 dari pihak karantina. Yudi berharap tren ekspor tetap meningkat di tahun ini, mengingat permintaan dari Singapura masih cukup tinggi.
“Kami terus berkoordinasi dengan para eksportir dan pelaku usaha perikanan agar ekspor tetap berjalan lancar. Selain itu, kualitas hasil tangkapan juga dijaga agar sesuai dengan standar pasar internasional,” katanya.
Selain ikan, Batam juga menjadi pemasok utama hasil laut lainnya ke negara tetangga. Faktor kedekatan geografis dengan Singapura, kemudahan akses pelabuhan, serta infrastruktur yang mendukung, menjadikan Batam sebagai salah satu pusat ekspor perikanan di Indonesia. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



