
batampos – Warga di kawasan Sengkuang Dalam, Tanjungsengkuang, Batuampar mengeluhkan jadwal distribusi air yang tidak menentu dalam sebulan terakhir. Air di wilayah tersebut hanya mengalir pada dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, dan sudah mati kembali sekitar pukul 05.00 WIB.
“Kenapa air dialirkan malam sekali? Apa kendala yang dihadapi? Kami warga sadar air tidak bisa mengalir 24 jam, tapi setidaknya dialirkan pada pukul 20.00 atau 21.00 agar kami bisa menampung air. Sekarang, warga harus begadang hanya demi menampung air,” kata Abiat, salah satu warga Tanjungsengkuang.
Ia menambahkan, di kawasan lain tidak ditemukan masalah serupa. Menurutnya, jika kendalanya adalah tekanan air yang rendah, semestinya bisa disiasati dengan peningkatan arus tekanan.
Menanggapi keluhan warga, Corporate Communications PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, akan memastikan terlebih dahulu penyebab gangguan tersebut sebelum mengambil langkah penyelesaian.
“Saya harus pastikan dulu dengan tim apa masalahnya di sana. Perkiraan kami, ada beberapa kendala teknis terkait tekanan dan suplai air. Jika ada kebocoran pipa, hingga saat ini belum ada laporan dari tim kami mengenai masalah yang mengarah ke Tanjungsengkuang,” katanya, Selasa (18/2).
Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini sesegera mungkin agar warga tidak terus mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih.
Hingga saat ini, warga ingin PT ABH dapat segera memberikan solusi agar distribusi air bisa kembali normal tanpa mengharuskan mereka begadang hanya untuk menampung air. (*)
Reporter: Arjuna



