batampos – Menjelang bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok di Batam mulai menunjukkan tren penurunan setelah mengalami lonjakan pada awal Februari 2025. Sejumlah komoditas seperti cabai, sayur-mayur, dan telur perlahan kembali ke harga normal, meskipun masih ada yang bertahan di angka tinggi.
Berdasarkan pantauan di Pasar Botania I, harga cabai saat ini berkisar antara Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi juga mengalami penurunan harga dan kini berada di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga telur masih cukup tinggi, dengan satu papan dijual seharga Rp 52 ribu, lebih mahal dibandingkan harga normal yang biasanya berkisar Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per papan.
“Sayur sudah mulai beranjak ke harga normal. Awal bulan ini sempat naik hingga Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per kilogram karena pasokan terbatas,” ujar Dewi, seorang pedagang sayur di Pasar Botania I, Kamis (20/2).
Hal senada juga disampaikan oleh para pedagang olahan cabai. Mereka mengungkapkan bahwa harga cabai merah kini lebih stabil di angka Rp 65 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 80 ribu per kilogram.
Namun, harga santan masih bertahan di angka Rp 40 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang hanya sekitar Rp 22 ribu per kilogram.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat meningkat menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, karena jika harga terlalu tinggi, daya beli masyarakat menurun,” tambah seorang pedagang.
Dengan mendekatnya bulan Ramadan, kestabilan harga bahan pokok menjadi perhatian utama, baik bagi pedagang maupun masyarakat. Diharapkan pasokan tetap terjaga sehingga harga dapat lebih stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Reporter: Azis Maulana



