Jumat, 16 Januari 2026

Budidaya Kerapu Cantang di Tanjung Colem, Peluang Baru untuk Ekspor Perikanan Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi

batampos – Bantuan bibit ikan kerapu cantang yang diberikan kepada nelayan di Kampung Tanjung Colem, Rempang Cate, Kecamatan Galang, tidak hanya mendorong swasembada pangan, tetapi juga membuka peluang ekspor perikanan bagi Batam. Dengan nilai jual yang tinggi di pasar internasional, kerapu cantang berpotensi menjadi komoditas unggulan bagi nelayan pesisir.

Pada Rabu (26/2), sebanyak 300 ekor bibit ikan kerapu cantang disalurkan kepada dua kelompok nelayan, yakni Kelompok Nelayan Tanjung Colem dan Kelompok Nelayan Cate Mandiri. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan di daerah tersebut dan mengangkat perekonomian masyarakat pesisir.

Ketua Kelompok Nelayan Tanjung Colem, Beni, mengungkapkan bahwa warganya telah lama mengandalkan budidaya ikan sebagai sumber penghasilan. Dengan adanya bantuan ini, mereka optimistis bisa memperluas pasar, termasuk ke luar negeri.

“Kerapu cantang memiliki nilai jual yang tinggi, bahkan bisa mencapai Rp120.000 per kilogram. Jika budidaya ini berkembang pesat, kami tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjangkau pasar ekspor,” ujar Beni.

Penyuluh Perikanan, Mulyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kerapu cantang memiliki keunggulan dibandingkan jenis ikan lainnya, terutama dalam hal pertumbuhan yang cepat dan daya tahan tinggi terhadap perubahan lingkungan.

“Dengan sistem budidaya yang tepat, hasil panen bisa meningkat dan kualitas ikan tetap terjaga. Kami juga mendorong nelayan untuk menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan agar produksi tetap berkelanjutan,” jelas Mulyadi.

Batam memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan yang memudahkan akses distribusi hasil perikanan ke berbagai negara. Jika budidaya ikan kerapu cantang semakin berkembang, bukan tidak mungkin Batam akan menjadi salah satu pemasok utama ikan konsumsi berkualitas tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Dengan adanya dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, nelayan di Tanjung Colem diharapkan bisa bertransformasi dari skala usaha kecil menjadi pelaku usaha perikanan yang lebih besar. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga mengukuhkan Batam sebagai daerah dengan potensi perikanan unggulan.

Sementara itu, sepanjang tahun 2024, total ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414,46 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp232,68 miliar. Seluruh hasil laut tersebut dikirim ke Singapura, yang masih menjadi pasar utama bagi produk perikanan di Kota Batam.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, mengungkapkan bahwa komoditas yang diekspor merupakan ikan dengan nilai ekonomi tinggi. Beberapa jenis yang menjadi andalan ekspor meliputi kakap, kerapu, sagai, lebam, kepiting, dan lobster.

“Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor ikan dari Batam karena permintaan yang tinggi dan kedekatan geografis. Produk perikanan kita memiliki kualitas yang baik, sehingga tetap diminati pasar internasional,” ujar Yudi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update