Jumat, 16 Januari 2026

Sekolah di Batam Libur Awal Ramadan, Terapkan Pola Pembelajaran Khusus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Para orang tua saat mengantarkan anaknya masuk sekolah di hari pertama sekolah. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah menetapkan jadwal libur sekolah terkait bulan Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan siswa akan mendapatkan libur lebih awal sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Setelah masa libur tersebut, siswa akan kembali masuk sekolah pada 6 Maret dengan pola pembelajaran khusus.

“Libur awal diberikan sejak 27 Februari hingga 5 Maret,” kata dia, Kamis (27/2).

Ia menjelaskan, bahwa selama Ramadan kegiatan belajar mengajar akan mengalami penyesuaian, termasuk jam belajar yang lebih singkat. “Setiap harinya, anak-anak sekolah mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB,” tambahnya.

Baca Juga: Rp1,3 Miliar untuk Tenis Meja di Sekolah Batam, Disdik: Bukan Usulan Kami

Selain itu, setelah libur awal, siswa akan mengikuti pesantren kilat yang berlangsung selama tiga hari pertama masuk sekolah. Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan siswa selama Ramadan.

“Pesantren kilat akan diadakan sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan. Setelah tiga hari pertama, kegiatan belajar akan kembali seperti biasa,” katanya.

Jadwal libur sekolah berikutnya dijadwalkan mulai 26 Maret hingga 8 April dalam rangka libur bersama Idulfitri. Setelah itu, siswa akan kembali masuk sekolah pada 9 April.

Selama bulan Ramadan, sekolah juga akan mengadakan pembelajaran keagamaan yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, tetapi juga bagi siswa non-Muslim.

“Setiap agama tetap mendapatkan pembelajaran keagamaan, tetapi dalam ruang kelas yang terpisah,” ujarnya.

Baca Juga: Hanya Panti Asuhan Resmi yang Berhak Beroperasi, Dinsos Batam Perketat Pengawasan dan Wajib Miliki TDY

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait ajaran agamanya masing-masing. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat meningkatkan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.

Selain itu, pengurangan jam belajar di sekolah selama Ramadan bertujuan agar siswa dapat tetap fokus menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Tri menambahkan, pihaknya berharap seluruh sekolah dapat melaksanakan kebijakan ini dengan baik. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan efektif, meskipun ada penyesuaian selama Ramadan,” katanya. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Update