
batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam terus berupaya mempertahankan penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran meskipun adanya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Sejumlah strategi disiapkan untuk memastikan pendapatan dari sektor ini tetap stabil pada 2025.
Sekretaris Bapenda Batam, M Aidil Sahalo, mengungkapkan langkah pertama yang dilakukan adalah mengoptimalkan ekstensifikasi pajak. Pihaknya akan menambah jumlah objek pajak dengan mendata hotel dan restoran baru yang sebelumnya belum tercatat sebagai wajib pajak.
“Ada beberapa objek pajak baru, baik restoran maupun hotel, yang selama ini belum dikenakan pajak. Restoran baru terus bermunculan, begitu juga dengan beberapa hotel yang belum menjadi objek pajak,” kata dia, Jumat (28/2).
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Pembangunan RKB di Batam
Selain ekstensifikasi, langkah kedua yang ditempuh Bapenda adalah intensifikasi pajak melalui peningkatan pengawasan di lapangan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan nilai pajak yang dikenakan sesuai dengan potensi pendapatan serta memantau piutang pajak yang belum terbayarkan.
Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat akan membantu mengurangi potensi kehilangan pendapatan akibat berbagai faktor, termasuk efisiensi anggaran. Salah satu cara yang akan diterapkan adalah penggunaan alat taping atau perekam transaksi untuk memantau omzet wajib pajak secara real-time.
“Dengan alat taping, kami bisa mengawasi transaksi di hotel dan restoran lebih akurat, sehingga potensi pajak yang masuk bisa dimaksimalkan,” kata Aidil.
Bapenda optimistis, dengan berbagai upaya ini, penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran dapat tetap terjaga pada tahun 2025. Meskipun ada tantangan dari sisi kebijakan anggaran, pihaknya berkomitmen untuk mencari solusi agar pendapatan daerah tetap optimal.
Baca Juga: Harga Cabai Kembali Naik di Batam
Pada tahun 2025, Bapenda Batam menargetkan penerimaan pajak hotel sebesar Rp250 miliar dan pajak restoran Rp160 miliar. Target ini dinilai realistis, mengingat pada 2024 penerimaan pajak hotel berhasil mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.
“Dengan langkah-langkah ini, kami yakin pendapatan pajak tetap bisa dipertahankan bahkan meningkat,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



