Jumat, 30 Januari 2026

Kasus HIV di Batam Capai 790, Dinkes Perketat Skrining dan Edukasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam melaporkan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Batam mencapai 790 kasus. Angka ini merupakan akumulasi kasus HIV disepanjang 2025 atau periode Januari hingga Februari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, kasus HIV di Kota Batam ini menjadi salah satu yang paling banyak di derita oleh warga Batam. Bahkan dari 10 penyakit terbanyak, HIV ini berada di urutan ke delapan untuk di awal tahun 2025 ini.

“Kasus HIV ini masuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak diderita masyarakat Batam di tahun ini,” ujarnya, Selasa (4/2).

Disebutkan Didi, dari 790 penderita HIV ini, sebanyak 635 diantaranya adalah laki-laki. Sedangkan 155 lainnya adalah perempuan. Ironisnya lagi, belasan orang penderitanya menimpa usia anak usia atau mereka di bawah usia 19 tahun.

“Umumnya mereka tertular karena pergaulan bebas. Paling banyak itu laki-laki suka laki-laki (LSL) atau Gay,” ujarnya.

Sementara itu bila melihat kelompok pekerjaan yang paling banyak terinfeksi HIV di Batam, masih didominasi oleh buruh pabrik atau karyawan. Selain itu ada juga pegawai swasta, ibu rumah tangga, pekerja hotel, panti pijat, salon, PSK dan gay.

“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya perilaku seksual,” jelasnya.

Menurut Didi, berbagai upaya juga dilakukan Dinkes Batam dalam menimimalisir angka HIV ini. Salah satunya ialah dengan melakukan pemeriksaan dini terkait HIV pada ibu hamil.

“Dengan melakukan skrining dini terhadap ibu hamil maka diharapkan akan lebih memudahkan mendapatkan ibu hamil yang terinfeksi. Dan bila ditemukan kita mengambil tindakan terutama dalam upaya menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan supaya tak ikut terinfeksi HIV dari ibunya,” ujarnya.

Selain itu pemeriksaan ibu hamil wajib dilakukan pemeriksaan HIV, syphilis dan HBsAg (program national triple eliminasi). Untuk anak-anak, metode obat yang dipakai juga sama yakni ARV tergantung dengan berat badan anak penderita tersebut.

Selain itu Dinkes Batam juga terus intens memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Melakukan tes HIV AIDS sebanyak-banyaknya termasuk juga Mobile VCT. Tak ketinggalan kita juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV AIDS (ODHA) yang teratur ARV menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan tingkat penularannya bisa menjadi lebih rendah.

“Saat ini layanan pemeriksaan HIV bisa dilakukan di 21 puskesmas se Batam dan 11 rumah sakit di Batam,” terangnya.

Sementara untuk layanan pemeriksaan di rumah sakit bisa di RS Awal Bros, RSBP, RSBI, RS Harapan Bunda, RS Keluarga Husada, RS Elisabeth Batam Kota, RS Elisabeth Batam, RSUD, RS Elisabeth Sungai Lekop, RS Mutiara Aini, dan RS Bunda Halimah. “Jadi layanan pemeriksaan ini bisa di 21 puskesmas ataupun 11 rumah sakit yang ada di Kota Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update