
batampos – Ramadan menjadi momen penting bagi pertumbuhan ekonomi di Kepri. Aktivitas ekonomi selama bulan suci ini meningkat, terutama dalam konsumsi rumah tangga dan budaya berbagi masyarakat menjelang Idulfitri.
Demikian disampaikan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto P. Salah satu indikatornya adalah kenaikan jumlah penukaran uang yang terjadi tahun ini.
“Kami melihat aspek penting dari aktivitas ekonomi di Ramadan, salah satunya adalah bagaimana masyarakat lebih mudah bertransaksi. Hampir di seluruh Indonesia ada budaya berbagi, dan itu turut mendorong perputaran uang,” katanya, Kamis (6/3).
Baca Juga: Disnaker Batam Percepat Pelatihan dan Sertifikasi, Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai
BI Kepri telah menyiapkan kebutuhan uang tunai untuk libur Idulfitri 2025 dengan jumlah yang telah diperhitungkan secara matang. Secara nasional, kebutuhan uang tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun, meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Akan tetapi, khusus di Kepri, tren tersebut justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Untuk penukaran uang di Kepri, kami mencatat kenaikan sebesar 9,5 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap bergairah, terutama dalam persiapan masyarakat menghadapi hari raya,” katanya.
Layanan penukaran uang sudah dibuka sejak 4 Maret dan akan berlangsung hingga 27 Maret 2025. Masyarakat dapat menukarkan uang baru dengan lebih mudah melalui aplikasi Pintar, sistem digital yang disediakan BI untuk mempermudah proses transaksi.
Setiap orang dapat menukarkan uang maksimal Rp4,3 juta. Dengan adanya layanan ini, Rony berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan uang pecahan untuk keperluan lebaran, terutama dalam tradisi berbagi kepada sanak saudara dan anak-anak.
Baca Juga: Senangnya Siswa SMP Negeri 12 Batam Terima MBG di Bulan Puasa
Selain meningkatnya permintaan uang tunai, Ramadan juga mendorong sektor konsumsi lainnya, seperti kebutuhan pangan, transportasi, serta belanja fesyen. Aktivitas perdagangan meningkat di berbagai pasar dan pusat perbelanjaan, yang menjadi indikasi daya beli masyarakat tetap kuat.
Dengan tren positif ini, BI optimistis Ramadan dan Idulfitri tahun ini akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Kepri. (*)
Reporter: Arjuna



