
(F. Rengga / Batam Pos)
batampos – Atap di dua titik dermaga Pelabuhan Kapal Pancung Sekupang-Belakang Padang mengalami kerusakan parah, membuat area tunggu penumpang tidak sepenuhnya terlindungi. Beberapa lembar atap bahkan telah terlepas, sementara yang tersisa masih tersangkut di penyangganya.
Kondisi paling parah terlihat di dekat loket tiket dan pintu keluar penumpang dari Belakang Padang. Di sana, atap sudah tak tersisa sama sekali, hanya menyisakan rangka besi yang terbuka dan membiarkan sinar matahari langsung menyengat lantai pelabuhan. Saat hujan, area tersebut menjadi basah, menyulitkan penumpang yang hendak menunggu keberangkatan atau turun dari kapal.
Jip, petugas loket tiket di pelabuhan tersebut, mengatakan bahwa kondisi ini telah terjadi sejak tahun 2024 akibat terpaan angin kencang. Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.
“Katanya mau diperbaiki, tapi enggak tahu kapannya,” ujarnya.
Salah satu penumpang, Nia, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, atap yang sudah tidak ada lagi cukup mengganggu kenyamanan penumpang.
“Kami lewat pelabuhan ini setiap hari. Kalau panas, kepanasan. Kalau hujan, kehujanan. Harapannya segera diperbaiki,” kata Nia.
Keluhan serupa juga disampaikan beberapa penumpang lain yang mengaku sering menggunakan pelabuhan tersebut. Mereka berharap ada solusi cepat agar aktivitas naik dan turun kapal tetap nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, membenarkan bahwa atap pelabuhan tersebut rusak akibat angin kencang pada akhir tahun 2024. Namun, perbaikan baru bisa diusulkan pada APBD 2026 karena anggaran tahun 2025 sudah ditetapkan.
“Mau diusulkan di APBD Perubahan 2024, tapi sudah lewat. Untuk kegiatan 2025 juga sudah selesai, makanya kami usulkan untuk rehab di 2026,” jelasnya.
Menurut Salim, atap yang rusak memang sengaja dibongkar demi keamanan masyarakat yang menggunakan pelabuhan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kejadian angin kencang di akhir tahun lalu tidak hanya merusak atap, tetapi juga membuat loket tiket ikut terlepas.
“Memang harus dibongkar semua. Kami usulkan anggarannya untuk 2026. Ini dilakukan demi keamanan, karena angin di sana cukup kuat,” tambahnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



