Sabtu, 31 Januari 2026

Pasar Rakyat Batuaji Mangkrak Sejak 2019, Warga Kecewa

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pasar Rakyat Batuaji yang belum beroperasi sejak selesai dibangun tahun 2019 silam. F.Eusebius Sara

batampos – Pasar Rakyat Batuaji, salah satu pasar yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan RI dan selesai pada tahun 2019, hingga kini belum beroperasi. Pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar ini justru terbengkalai dan tidak pernah digunakan sejak selesai dibangun.

Pasar ini sebenarnya memiliki lokasi strategis karena berada di dekat pemukiman warga serta rumah susun sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam di kawasan Tanjunguncang. Namun, meskipun berada di lingkungan yang potensial, pasar ini tetap tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan pasar ini belum beroperasi. Salah satunya adalah menjamurnya pasar kaget di sekitar lokasi, yang membuat warga lebih memilih berbelanja di tempat-tempat yang sudah ramai. Selain itu, biaya sewa kios yang dianggap terlalu mahal serta kurangnya fasilitas pendukung seperti ATM juga menjadi kendala utama bagi calon pedagang.

Baca Juga: Dukung UMKM, Pemko Batam Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman Hingga Rp20 Juta

Kondisi pasar yang menelan anggaran miliaran rupiah ini sangat disayangkan oleh masyarakat sekitar. Mereka berharap pasar tersebut dapat segera difungsikan agar perekonomian lokal dapat berkembang lebih baik. Namun, hingga saat ini, tidak ada kejelasan kapan pasar tersebut akan mulai beroperasi.

Saat ini, Pasar Rakyat Batuaji terlihat tidak terawat dan tampak kumuh. Halaman pasar dipenuhi semak belukar. Selain itu, beberapa bangunan bagian luar pasar mengalami kerusakan akibat minimnya perawatan dan pengawasan.

Atap pasar bocor, kaca-kaca banyak yang pecah, dan lantainya pun mulai rusak. Beberapa bagian dinding dipenuhi coretan, memperparah kesan kumuh di tempat tersebut. Sementara itu, bagian dalam pasar yang terdiri dari lapak-lapak dagangan masih tertata rapi karena akses masuk dikunci rapat oleh pihak terkait.

Arnold, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa pasar ini sempat ditempati oleh tiga pedagang di kios bagian luar. Namun, karena pasar sepi pengunjung dan kurangnya pengelolaan yang baik, mereka akhirnya berhenti berjualan.
“Awalnya ada tiga pedagang yang mencoba berjualan, tapi karena sepi dan tidak ada dukungan pengelolaan yang baik, mereka akhirnya menyerah,” kata Arnold.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Elfasi, menyatakan bahwa pemerintah masih terus mencari solusi agar pasar-pasar yang dibangun dapat beroperasi secara optimal. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan menertibkan pasar kaget yang selama ini menjadi saingan utama pasar resmi.

Baca Juga: Moda Transportasi Laut Andalan Rakyat Kecil, Tapi Mengapa Terabaikan?

Menurut Elfasi, pedagang yang berjualan di pasar kaget atau pasar tumpah akan dibina dan diarahkan untuk berjualan di pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali pasar-pasar yang mangkrak, termasuk Pasar Rakyat Batuaji dan Pasar Wan Sri Beni di Marina yang juga mengalami nasib serupa sejak 2019.

“Kami akan melakukan pembinaan terhadap pedagang di pasar kaget. Mereka akan diarahkan untuk berjualan di pasar resmi agar aktivitas ekonomi lebih tertata dan pasar yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Elfasi. (*)

 

 

Pasar Rakyat Batuaji

 

Update