
batampos – Kepala PT Pelni Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan, sejak Desember 2024, Pelabuhan Penumpang Pelni Batam resmi pindah ke Pelabuhan Bintang 99 Batam. Edwin memastikan Pelni terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Kami berupaya agar penumpang tidak berdesak-desakan. Pelabuhan Bintang 99 juga telah menerapkan sistem autogate, di mana hanya penumpang dengan pass pelabuhan yang bisa masuk. Ini membuat area keberangkatan lebih tertib dan nyaman,” jelasnya.
Selain itu, boarding pass dapat ditukarkan 1×24 jam sebelum keberangkatan, terutama saat musim puncak. Dengan kebijakan ini, penumpang bisa menukarkan boarding pass lebih awal sehingga mengurangi potensi antrean panjang di pelabuhan.
Pelni juga semakin memudahkan calon penumpang dalam membeli tiket. Selain di loket resmi, tiket dapat dipesan melalui berbagai platform seperti website resmi Pelni, Pelni Contact Center, layanan perbankan seperti BNI Agen46, Livin’ by Mandiri, dan BCA, serta minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.
“Pelni juga menyediakan petugas khusus untuk memverifikasi tiket dan boarding pass guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan,” ucap Edwin.
Untuk mencegah praktik percaloan, Pelni mewajibkan penumpang membeli tiket sesuai identitas asli. Edwin menegaskan bahwa penumpang yang tidak sesuai dengan identitas di tiket tidak akan diizinkan naik kapal.
“Jangan sampai penumpang ditolak naik kapal karena identitas pada tiket tidak sesuai,” tegas Edwin.
Imbauan ini juga telah dipasang di berbagai sudut kantor Pelni Cabang Batam di Sekupang, termasuk spanduk besar di depan pintu masuk pelabuhan.
“Penumpang wajib menunjukkan tiket dan identitas asli (KTP) saat naik ke kapal. Tiket tidak boleh ditukar atau dipindahtangankan,” tegasnya. (*)
Reporter: Rengga Y



