Senin, 2 Februari 2026

Hujan Deras 2 Hari, Banjir Lumpuhkan Sejumlah Wilayah di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji.
F. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam selama dua hari terakhir mengakibatkan banjir di berbagai wilayah. Hujan yang tak kunjung reda menyebabkan sejumlah permukiman dan jalan raya terendam air, terutama di Kecamatan Batuaji dan Sagulung.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji. Di sana, arus air di daerah ini cukup deras dan volume airnya besar, membuat aktivitas warga terganggu.

Salah satu titik krisis terjadi di jalan utama yang menghubungkan Aviari dengan Rumah Sakit Mutiara Aini. Jalan tersebut lumpuh total akibat banjir setinggi lutut orang dewasa. Kendaraan roda dua dan roda empat kecil tidak bisa melintas, sehingga pengendara terpaksa mencari jalur alternatif melalui jalan perumahan.

Hanya truk dan kendaraan besar yang mampu melewati genangan air di jalan utama. Namun, arus air yang cukup deras menimbulkan risiko bagi pengendara. Banyak warga yang memilih untuk tidak mengambil risiko melintas di lokasi tersebut.

“Sejak subuh air terus naik, dan hingga siang hari ketinggiannya belum surut. Kalau hujan terus sampai malam, bisa tenggelam semua wilayah Buliang ini,” ujar Erna, salah satu warga yang terdampak banjir.

Selain kawasan sekitar Aviari, banjir juga melanda area dekat kantor Kelurahan Buliang hingga jembatan menuju Perumahan Kodim. Ketinggian air di lokasi ini mencapai sepinggang orang dewasa, membuat kendaraan sama sekali tidak bisa melintas.

Sebuah truk yang nekat melintasi jembatan menuju Perumahan Kodim terhenti di tengah banjir karena mengalami mogok.

Di sekitar jembatan tersebut, permukiman warga juga mengalami banjir besar. Drainase induk dan jembatan yang biasanya terlihat kini tertutup air, menyulitkan warga untuk mengetahui batas jalan.

Kejadian hampir merenggut nyawa seorang bocah yang bermain di sekitar genangan air. Anak tersebut sempat terseret arus menuju drainase besar. Beruntung, seorang pria yang sedang menjaring ikan melihat kejadian itu dan segera menyelamatkan bocah tersebut sebelum hanyut lebih jauh.

“Hampir saja. Kalau bapak itu tidak lewat, anak ini sudah masuk ke dalam gorong-gorong. Untung cepat diselamatkan,” kata Ridwan, salah satu warga di dekat kantor Kelurahan Buliang.

Di wilayah lain seperti Batuaji dan Sagulung, banjir juga menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga. Beberapa titik yang menjadi langganan banjir kembali terendam, membuat akses keluar masuk warga terganggu.

Warga yang terdampak banjir mulai mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Mereka menyoroti kurangnya langkah konkret dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menanggulangi banjir, terutama dalam normalisasi drainase dan pengelolaan lahan resapan air.

“Banyak daerah resapan air yang dijadikan lokasi pembangunan. Sungai ditimbun, bukit dibabat, jadi beginilah akibatnya. Kalau terus dibiarkan, lama-lama Batam bisa tenggelam,” kata Willy, tokoh masyarakat di Buliang.

Hingga kini, hujan masih terus mengguyur Batam. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan langkah darurat guna mencegah banjir semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa.

Situasi di lapangan masih sulit diprediksi. Jika hujan terus berlanjut, diperkirakan ketinggian air akan semakin meningkat, membuat lebih banyak daerah terdampak banjir parah. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Update