
(f. Eusebius Sara / Batam Pos)
batampos – Pedagang kulit ketupat meraup keuntungan dalam dua hari terakhir menjelang perayaan Idulfitri. Peminat kulit ketupat cukup banyak karena masyarakat umumnya mengandalkan ketupat sebagai hidangan khas untuk menjamu tamu dan kerabat yang datang. Momen ini menjadi berkah bagi para pedagang musiman yang berjualan hanya saat menjelang hari raya.
Dagangan mereka laris manis di berbagai lokasi strategis. Aris, seorang pedagang kulit ketupat dari Barelang, menyatakan bahwa dagangannya sangat diminati di mana pun ia berjualan. Dalam sehari, ia berkeliling ke sejumlah pasar kaget di Batuaji dan Sagulung, dan dua dari empat karung kulit ketupat yang ia bawa sudah terjual.
“Saya membawa empat karung. Alhamdulillah, dua karung sudah habis. Mudah-mudahan semuanya laku terjual. Sekarang saya mau keliling lagi ke pasar kaget atau lokasi ramai lainnya,” kata Aris saat ditemui di Pasar Victoria, Marina.
Hal serupa dialami Ardi, pedagang kulit ketupat lainnya di kawasan SP Plaza. Ia mengaku dagangannya laris manis, dan momen menjelang Idulfitri menjadi berkah tersendiri bagi keluarganya.
“Saya punya kebun kelapa di Barelang, jadi kulit ketupat ini saya buat sendiri. Alhamdulillah, ini menjadi berkah bagi keluarga saya di bulan suci ini,” ujar Ardi.
Antusiasme masyarakat terhadap kulit ketupat sangat tinggi. Kulit ketupat dijual per ikat dengan harga berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung ukuran. Satu ikat berisi sepuluh kulit ketupat yang dianyam dari daun kelapa. (*)
Reporter: Eusebius Sara



