Jumat, 2 Januari 2026

Permintaan Turun, Omzet Pedagang Daging di Batam Ikut Merosot Pascaleberan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

batampos – Usai Lebaran, sejumlah pedagang daging di Kota Batam mulai merasakan penurunan omzet yang cukup signifikan akibat turunnya permintaan. Kondisi ini turut mendorong harga daging sapi berangsur turun, setelah sempat melonjak menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Permintaan turun sampai 60 persen dibanding sebelum Lebaran,” ucap Yudi, salah satu pedagang di Pasar Viktoria, Sabtu (6/4).

Menurutnya, saat momen Lebaran, lonjakan permintaan membuat harga daging sapi es sempat menyentuh di atas Rp100 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga rata-rata mulai kembali ke kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, tergantung kualitas daging yang dijual.

“Pas Lebaran kemarin harga naik karena permintaan tinggi. Harga dari pemasok juga naik, ditambah biaya operasional kami ikut naik. Kami harus menggaji karyawan dua kali lipat,” tambah Wawan, pedagang lainnya.

Ia menjelaskan, harga daging sapi di pasaran cukup bervariasi. Ada yang dijual Rp98 ribu untuk kualitas rendah, dan bisa lebih dari Rp100 ribu untuk kualitas premium. Namun, rata-rata saat ini berkisar di angka Rp95 ribu per kilogram.

Meski penjualan daging sapi menurun, permintaan daging ayam justru masih terpantau cukup stabil. Wawan menyebut, ayam beku dijual Rp35 ribu per kilogram, ayam segar ukuran besar Rp40 ribu, dan ayam kecil bahkan lebih mahal di harga Rp42 ribu per kilogram.

Di sisi pembeli, Yani, warga Batuaji yang ditemui saat berbelanja di pasar, mengaku masih membeli daging untuk keperluan Lebaran. Ia membeli satu kilogram daging sapi cincang untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.

“Tadi beli satu kilo, cincang, karena masih ada tamu. Masaknya tambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, harga bahan pokok lain seperti bawang masih cenderung stabil. Namun, berbeda halnya dengan cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam pascaleberan.

Pedagang cabai, Adha, mengungkapkan harga cabai merah kini menembus angka Rp78 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai hanya sekitar Rp55 ribu.

“Kenaikan ini cukup berdampak ke pembeli. Yang biasanya beli satu kilo, sekarang cuma setengah kilo, bahkan ada yang seperempat kilo saja,” jelas Adha.

Meski harga cabai naik, harga bawang merah dan bawang putih relatif stabil. Bawang merah asal Jawa dijual Rp38 ribu per kilogram, sementara bawang putih impor hanya Rp20 ribu per kilogram.

Adha menambahkan, aktivitas pasar saat ini masih belum seramai sebelum Lebaran. Banyak warga masih mudik, sehingga pembeli di pasar cenderung sepi.

“Pasar masih sepi. Mungkin nanti setelah liburan baru ramai lagi,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Update