
batampos – Upaya pencarian terhadap Willy Pakpahan (28), pemancing yang dilaporkan hilang usai terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, Batam, masih terus dilakukan. Hingga Selasa (8/4), pencarian korban masih nihil.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, dan instansi terkait lainnya terus melakukan penyisiran di perairan barat Pulau Batam.
“Pencarian hari ini kami perluas hingga 2 sampai 3 mil laut dari lokasi awal jatuhnya korban. Kendalanya hanya cuaca yang kurang mendukung karena hujan,” ujar Kepala Basarnas Kepri, Fazzli, melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius.
Diketahui, Willy Pakpahan yang merupakan warga Lubuk Baja, Kota Batam, dikabarkan terjatuh dari speedboat saat memancing di wilayah perairan Belakang Padang, Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum berangkat, korban sempat berpamitan kepada istrinya.
Keesokan harinya, Kamis (3/4) sekitar pukul 08.00 WIB, salah satu teman korban menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa Willy terjatuh ke laut saat memancing. Teman korban juga menyerahkan satu unit handphone milik Willy kepada pihak keluarga. Menindaklanjuti kabar tersebut, kakak korban, Keti Pakpahan, melaporkan kejadian ini ke Direktorat Polairud Polda Kepri.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang segera melakukan koordinasi awal (precom) dan komunikasi lanjutan (excom) dengan unsur-unsur terkait, termasuk Ditpolairud Polda Kepri.
Pada hari yang sama, Kamis (3/4) pukul 07.28 WIB, tim Rescue Pos SAR Batam yang beranggotakan lima orang dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 dari Dermaga Basarnas Sekupang menuju lokasi kejadian sejauh 5 mil laut. Selanjutnya, pada pukul 08.50 WIB, tim dari Ditpolairud Polda Kepri bergabung di lokasi pencarian.
Penyisiran difokuskan di wilayah Perairan Pulau Batu Berhenti, Pulau Nirup, serta pulau-pulau kecil di sekitar perairan barat Pulau Batam. Perluasan pencarian juga dilakukan ke arah utara dan selatan lokasi jatuhnya korban sejauh 2 hingga 3 mil laut, mengikuti arus laut dan arah angin.
Meski pencarian dilakukan secara intensif hingga pukul 18.00 WIB setiap harinya, hasilnya masih nihil.
“Kami terus melakukan evaluasi setiap hari untuk mengatur strategi pencarian berikutnya, termasuk memperhitungkan faktor cuaca dan arus laut,” tambah Dedius.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



