
batampos – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Tahap II bagi calon jamaah haji reguler tahun 1446 H/2025 M di Kota Batam masih menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan data terbaru dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam per Selasa, 8 April 2025, tercatat masih ada 177 calon jamaah yang belum menyelesaikan kewajiban pelunasan biaya haji.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, Syahbudi, menjelaskan bahwa pelunasan BIPIH Tahap II ini telah dibuka sejak 24 Maret 2025 dan akan ditutup pada 17 April 2025 mendatang. Proses pelunasan dilayani setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
“Kuota pelunasan tahap kedua untuk Kota Batam sebanyak 293 orang. Hingga hari ini, baru 116 orang yang telah melakukan pelunasan. Sisanya, sebanyak 177 orang masih belum menyelesaikan prosesnya,” ujar Syahbudi, Rabu (9/4).
Syahbudi merinci, kuota tahap kedua ini terdiri atas beberapa kategori, yakni jamaah yang mengalami kegagalan sistem saat pelunasan tahap pertama sebanyak 11 orang, pendamping jamaah haji lanjut usia dan disabilitas sebanyak 28 orang, serta jamaah cadangan sebanyak 254 orang.
“Kategori jamaah cadangan adalah yang paling banyak. Mereka akan masuk sebagai calon jamaah haji jika masih tersedia kuota setelah pelunasan dari kategori utama,” ungkapnya.
Untuk jamaah cadangan, Syahbudi menegaskan bahwa ada beberapa prosedur yang harus dijalani sebelum bisa melakukan pelunasan. Salah satunya adalah memastikan status istitha’ah atau kemampuan kesehatan terlebih dahulu.
“Setelah istitha’ah, jamaah cadangan wajib melapor ke Kemenag untuk membuka blokir data di sistem Siskohat dan menandatangani surat pernyataan. Setelah pelunasan selesai, mereka juga diminta menyerahkan bukti pelunasan ke kantor Kemenag Kota Batam,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tahap kedua untuk tidak menunda proses pelunasan. Menurutnya, waktu yang tersisa sudah semakin pendek, sementara data menunjukkan bahwa aktivitas pelunasan mulai melambat sejak awal April.
“Data grafik kami menunjukkan tren pelunasan tertinggi terjadi pada 25 Maret lalu, yaitu sebanyak 44 orang dalam satu hari. Namun, sejak 9 April hingga hari ini, belum ada lagi penambahan jamaah yang melakukan pelunasan,” kata Syahbudi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



