
batampos – Seorang pria, warga Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya pada Kamis (10/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui bernama Zulpawaldi, pria kelahiran tahun 1987.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh dua anak korban yang baru pulang dari sekolah. Saat membuka pintu rumah, keduanya langsung histeris setelah mendapati ayah mereka tergantung dengan seutas tali di dapur. Teriakan kedua bocah ini sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, para tetangga segera berdatangan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Batuaji. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwilambang, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri. “Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri motif di balik tindakan ini,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian, diketahui bahwa Zulpawaldi tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama dua anaknya selama delapan bulan terakhir. Istrinya dikabarkan bekerja di Singapura dan belum diketahui apakah telah dihubungi terkait insiden ini.
Beberapa warga menyebut bahwa korban akhir-akhir ini tampak sering murung dan mengeluhkan soal tekanan ekonomi. Salah satu rekan korban menyebut adanya dugaan korban terlibat persoalan utang piutang, termasuk pinjaman online yang menjeratnya.
“Saya kenal dia waktu kerja sama sebagai sekuriti. Sekarang dia kerja di Mc Dermott. Dia pernah cerita sering dikejar-kejar penagih pinjaman online,” ujar rekan korban yang ditemui di lokasi. Namun, ia mengaku tidak tahu pasti apakah itu penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.
Ketua RT 01 Perumahan Central Park, Surya Dharma Sitompul, juga membenarkan bahwa Zulpawaldi baru tinggal di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir. “Dia tinggal hanya dengan dua anaknya. Kalau soal masalah rumah tangganya, kami tidak tahu pasti,” ungkapnya.
Polisi juga menemukan secarik surat yang diduga ditulis oleh korban dan ditujukan kepada istrinya. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan sejumlah keluhan dan permintaan maaf, yang memperkuat dugaan adanya persoalan rumah tangga atau tekanan batin lainnya.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, menyatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kami akan memeriksa surat yang ditinggalkan serta meminta keterangan dari saksi-saksi dan pihak keluarga untuk memastikan motif sebenarnya di balik kematian korban,” jelasnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



