Kamis, 15 Januari 2026

Aksi Bunuh Diri Seorang Ayah di Batuaji, Diduga Karena Masalah Rumah Tangga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi orang gantung diri.

batampos – Suasana duka menyelimuti Perumahan Central Park, Blok F/18, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, usai seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya pada Kamis (10/4) sore. Pria tersebut diketahui bernama Zulfawardi, kelahiran 1987, yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja galangan kapal. Insiden tragis ini diduga kuat dipicu oleh permasalahan rumah tangga yang dialami korban.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua anak korban yang baru pulang dari sekolah sekitar pukul 15.30 WIB. Saat membuka pintu rumah, keduanya histeris melihat ayah mereka sudah tergantung di dapur dengan seutas tali. Teriakan bocah itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi kejadian.

Mendapat laporan warga, petugas dari Polsek Batuaji langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga kuat dugaan bahwa korban melakukan aksi bunuh diri.

Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur Rumah, di Batu Aji

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan dan keterangan pihak keluarga, termasuk sang istri, diketahui korban kerap bertengkar dengan istrinya.

“Masalah rumah tangga, kita sudah minta keterangan dari keluarga dan isterinya. Isterinya sudah datang semalam,” ujar Andi.

Keterangan dari saksi kerabat dan tetangga juga menyebutkan korban beberapa kali pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama. Persoalan atau masalah rumah tangga sepertinya sudah lama terjadi.

“Korban ini dulunya tinggal di perumahan Bagaimana (tidak jauh dari perumahan lokasi kejadian). Semalam ada tetangga dan kerabat memang cerita kalau ia pernah mau bunuh diri seperti itu. Tapi gagal. Masalah rumah tangga,” kata Andi.

Jenazah korban kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga dan direncanakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Polisi juga mengamankan secarik surat yang diduga ditulis sendiri oleh korban. Surat itu ditujukan kepada sang istri dan berisi permintaan maaf serta keluhan yang mengindikasikan adanya tekanan batin dan konflik rumah tangga.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwilambang, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

Berdasarkan informasi di lokasi, Zulfawardi tinggal di rumah kontrakan itu bersama dua anaknya selama delapan bulan terakhir. Istrinya dikabarkan bekerja di Singapura. Belum diketahui pasti bagaimana kondisi hubungan mereka dalam beberapa waktu terakhir, namun ketegangan rumah tangga disebut-sebut menjadi penyebab utama tragedi ini.

Ketua RT setempat, Surya Dharma Sitompul, membenarkan bahwa korban merupakan warga baru di kawasan tersebut. “Dia tinggal hanya dengan dua anaknya. Kami tidak tahu pasti soal masalah rumah tangganya, tapi orangnya tertutup,” ungkap Surya.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis lingkungan sekitar, terlebih jika ada tanda-tanda tekanan batin yang berlebihan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update