Jumat, 30 Januari 2026

Konflik Lahan, Warga Baloi Kolam Minta Transparansi dan Hak Dipenuhi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Baloi Kolam. (F.BP Batam)

batampos – Warga Baloi Kolam meminta permasalahan lahan di kawasan tersebut diselesaikan secara transparan. Mereka menuntut pihak pemerintah dan perusahaan untuk turun langsung dan mendengarkan keinginan warga.

“Pembicaraan harus jelas, transparan ke seluruh warga. Jangan hanya kepada beberapa KK, apalagi RT/RW,” ujar Herbet Sianipar, salah seorang warga.

Ia menjelaskan pembicaraan tersebut terkait hak-hak yang harus diterima warga. Seperti uang ganti rugi, hingga tempat relokasi.

Baca Juga: Polisi Umumkan Identitas Pria yang Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kubu

Sebab, saat ini lahan di Baloi Kolam tersebut ditempati 4.800 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 14 ribu jiwa.

“Di sini kami tinggal sudah lama, puluhan tahun. Libatkan dan bicara dengan warga langsung,” katanya.

Menurut Helbert, pihak perusahaan selaku pemilik lahan tengah berusaha membujuk warga untuk meninggalkan pemukimannya. Warga ditawarkan uang ganti rugi sebesar Rp 30 juta.

Namun, Helbert mengaku ia sama sekali belum ditawarkan uang ganti tersebut.

“Saya belum ada menerima tawaran. Itu pandai-pandai RT/RW. Mereka pengkhianat, atau kaki tangan perusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Hampir 20 Ribu Pendatang Masuk Batam hingga awal April 2025

Helbert mengaku dengan adanya pengkhianat tersebut, warga sepakat memadamkan listrik yang mengalir ke rumahnya masing-masing.

“Di sini listrik curah, melalui koperasi. Karena dibangun warga, yang madamin warga juga,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update