Jumat, 30 Januari 2026

Lapor Pak Wali, Banjir Kembali Landa Sagulung dan Batuaji, Drainase Jadi Sorotan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Banjir kembali melanda sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di Kecamatan Sagulung dan Batuaji, Kota Batam. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini menyebabkan air meluap ke jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga, memicu kekhawatiran masyarakat akan keselamatan dan kenyamanan tempat tinggal mereka.

Penyebab utama banjir yang terus berulang ini adalah sistem drainase yang bermasalah. Banyak saluran air tidak berfungsi maksimal akibat tersumbat oleh sampah dan endapan material tanah. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya perawatan rutin serta minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Tak hanya itu, sejumlah drainase juga mengalami penyempitan akibat pembangunan dan keberadaan kios-kios liar yang berdiri di atas saluran air. Hal ini mempersempit aliran air dan menyebabkan limpahan air hujan yang seharusnya mengalir dengan lancar menjadi tertahan, lalu meluap ke jalan dan permukiman.

Setiap kali hujan turun, titik-titik banjir yang selama ini menjadi langganan selalu tergenang. Ironisnya, jumlah titik banjir tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan perlunya penanganan dan perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Kota Batam.

Sampah yang tidak terangkut dari permukiman juga menjadi persoalan yang tak kalah penting. Sampah-sampah tersebut masuk ke dalam drainase dan menyumbat saluran air, mempercepat terjadinya banjir. Sistem pengelolaan sampah di kawasan ini dinilai masih belum optimal dan memerlukan pembenahan.

Indra, warga Batuaji, berharap ada kajian dan penanganan serius dari Pemko Batam, khususnya untuk wilayah Batuaji dan Sagulung. Ia menekankan pentingnya penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir karena sistem drainase di kawasan tersebut saling terhubung satu sama lain.

“Kalau hanya satu titik yang diperbaiki, banjir tetap akan terjadi karena alirannya masih tersumbat di titik lain. Penanganannya harus menyeluruh dan terencana,” ujar Indra kepada wartawan.

Senada dengan itu, Sumarno, warga lainnya, juga menyuarakan harapannya agar Pemko Batam turut mempertimbangkan faktor alam seperti pasang surut air laut dalam menangani persoalan banjir. Menurutnya, normalisasi drainase harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan fenomena alam yang turut memengaruhi tinggi muka air.

“Perlu ada kajian yang matang, bukan hanya memperlebar drainase, tapi juga mempertimbangkan naiknya air laut yang kadang memperlambat aliran air keluar ke laut,” katanya.

Warga berharap Pemko Batam segera merumuskan langkah strategis dan jangka panjang untuk menanggulangi banjir, agar masyarakat tidak lagi dihantui rasa waswas setiap kali hujan turun. Pemeliharaan drainase, pengelolaan sampah yang efektif, serta pengawasan terhadap pembangunan liar menjadi bagian penting dari solusi menyeluruh yang harus segera direalisasikan. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update