
batampos – Meskipun belum terlihat adanya rekrutmen besar-besaran pasca-Lebaran, peluang kerja di Batam masih terbuka lebar. Sejumlah perusahaan, khususnya yang berada di kawasan industri seperti Batamindo, sudah mulai membuka lowongan kerja sejak awal April 2025.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan bahwa sejak tanggal 2 April hingga pertengahan April ini, terdapat sekitar 26 lowongan kerja yang diinformasikan langsung ke instansi terkait. Jumlah tersebut diperkirakan lebih banyak lagi, mengingat tidak semua perusahaan menyampaikan informasi lowongan secara resmi.
“Lowongan kerja sudah mulai dibuka sejak libur Lebaran berakhir, tepatnya mulai 2 April. Sampai sekarang, sudah ada sekitar 26 lowongan yang kami terima informasinya. Itu pun hanya yang disampaikan ke kita. Karena ada juga perusahaan yang membuka lowongan secara mandiri, tanpa melalui kami,” ujarnya, Senin (14/4).
Baca Juga: Pencari Kerja Masih Rendah Pascalebaran, Disnaker Batam Perketat Layanan untuk KTP Luar Daerah
Ia menjelaskan bahwa posisi yang dibutuhkan tidak hanya sebatas operator produksi seperti yang umum dibutuhkan di sektor manufaktur. Saat ini, banyak perusahaan juga membuka lowongan untuk posisi di tingkat manajemen, teknis, akuntansi, hingga administrasi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Batam semakin beragam, tidak hanya fokus pada tenaga kerja level bawah.
“Memang kalau bicara operator, lowongannya masih terbatas. Tapi untuk posisi lain seperti manajerial, teknisi, hingga accounting, justru banyak dibuka. Ini menunjukkan bahwa struktur kebutuhan tenaga kerja juga mengalami perubahan,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk maupun memperpanjang izin kerja di Batam. Bila dibandingkan tahun lalu, jumlah TKA yang masuk pada periode yang sama jauh lebih rendah.
“Kalau tahun lalu, pada awal April hingga tanggal 10 itu rata-rata ada sekitar 50 orang yang memperpanjang izin kerja. Tapi tahun ini, hanya 4 orang yang memperpanjang. TKA baru yang masuk pun hanya 25 orang sejauh ini,” katanya.
Baca Juga: Awal Tahun, 5.585 Pencari Kerja di Batam Serbu Disnaker dan Kantor Kecamatan Urus Kartu Kuning
Penurunan ini diduga karena beberapa proyek yang melibatkan tenaga kerja asing, seperti proyek konstruksi, sudah rampung. Meski begitu, sektor manufaktur disebut tidak terlalu terdampak dengan menurunnya TKA tersebut.
“Bisa jadi karena proyeknya memang sudah selesai, terutama di bidang konstruksi. Tapi untuk manufaktur, harusnya tidak begitu terpengaruh. Jadi, ini belum tentu karena kebijakan, bisa juga memang kebutuhan sudah terpenuhi,” tambahnya.
Ia memprediksi, gelombang rekrutmen tenaga kerja besar-besaran di Batam akan terjadi pada bulan Juni. Hal ini mengacu pada pola tahunan di mana banyak kontrak kerja di sektor manufaktur yang berakhir pada bulan Mei dan Juni, sehingga perusahaan akan membuka rekrutmen untuk pengganti tenaga kerja lama.
“Kalau melihat pola tiap tahun, biasanya puncak rekrutmen terjadi bulan Juni. Karena banyak kontrak kerja itu selesai bulan Mei. Jadi Juni itu waktunya perusahaan buka lowongan dalam jumlah besar,” jelasnya.
Salah satu perusahaan besar di kawasan Muka Kuning bahkan disebut-sebut akan membuka lowongan kerja hingga 1.700 posisi pada Juni mendatang. Rekrutmen itu tidak hanya menyasar operator produksi, tetapi juga posisi di level manajerial, administrasi, akuntansi, dan tenaga kerja menengah ke atas lainnya.
“Perusahaan di Muka Kuning akan buka 1.700 lowongan pada bulan Juni. Tidak hanya manufaktur, tapi juga untuk posisi strategis seperti manajerial, admin, accounting dan lainnya. Mereka sedang siapkan semua itu sekarang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



