
batampos – BP Batam terus menjalin komunikasi aktif dengan para pelaku usaha dalam upaya menjaga iklim investasi di Batam tetap kondusif.
Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Deputi IV BP Batam Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis, dengan mengunjungi PT Asia Cocoa Indonesia di Kawasan Industri Tunas, Batam Center, Kamis (14/4) lalu.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi dari kalangan industri, khususnya menyikapi kebijakan tarif impor baru atau rarif resiprokal yang diberlakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Fary menyampaikan, masukan dari pengusaha akan dirangkum dan disusun menjadi dokumen resmi untuk disampaikan ke pemerintah pusat.
“Tadi kami sudah berdiskusi dan mendapatkan gambaran, nantinya ini akan kami konsepkan semacam paper, dan kami kirim kepada tim yang telah dibentuk oleh Bapak Presiden untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat,” ujar Fary, Jumat (18/4).
Baca Juga: BP Batam Mantapkan Komitmen Kelola Penuh RSBP Batam
Seperti diketahui, pada 2 April lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menetapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius BP Batam, mengingat Batam merupakan wilayah dengan aktivitas ekspor-impor yang cukup tinggi.
BP Batam akan berusaha maksimal agar kegiatan industri di Batam tidak terganggu oleh kebijakan tersebut. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah dengan memperkuat peran Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).
Ia juga menyoroti harapan pelaku usaha agar produk ekspor dari Batam ke Amerika Serikat dapat memperoleh pembebasan tarif. Harapan ini berangkat dari kenyataan bahwa barang-barang yang masuk ke Batam juga telah dibebaskan dari pajak sesuai status kawasan.
Baca Juga: Progres Pergeseran Rempang Eco-City, 80 Kepala Keluarga Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon
“Dengan kebijakan dari Amerika Serikat ini, juga menjadi perhatian kita untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan insentif. Sehingga, produk mereka bisa tetap berjalan,” ujar dia.
Kehadiran Fary juga didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Irfan Syakir Widyasa, beserta tim. Mereka turut meninjau fasilitas produksi serta berdialog langsung dengan jajaran manajemen PT Asia Cocoa Indonesia. (*)
Reporter: Arjuna



