Minggu, 18 Januari 2026

Danau Panjang Marina Diserbu Bapak-Bapak: Joran di Tangan, Penat pun Hilang!

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mancing, sarana healing, sebagian warga Batam.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Akhir pekan selalu jadi momen yang dinanti-nanti—terutama oleh para bapak-bapak yang rela bangun pagi demi satu hal: mancing! Begitu Sabtu dan Minggu tiba, Danau Panjang Marina langsung disulap jadi “surga kecil” para pemancing. Lengkap dengan joran, reel, umpan andalan, dan semangat menggebu yang tak kalah dari peserta lomba lari 5K.

Langit cerah, udara segar, dan suasana damai—semua jadi paket lengkap yang tak bisa ditolak. Sejak ayam baru mau berkokok, deretan pemancing sudah nongkrong rapi di pinggiran danau. Fokus? Jelas! Mereka menatap ujung kail seperti lagi nonton final sepak bola. Bonus: kursi lipat dan termos kopi biar betah sampai ikan pun menyerah.

Sebut saja Udin—salah satu pejuang kail yang paling rajin absen di sini.
“Kalau hari libur, saya selalu mancing. Kadang ke Barelang, kadang ke sini (Danau Panjang Marina),” ujarnya sambil pasang senyum sumringah ala bapak-bapak yang baru dapat ikan tiga kilo.

Tapi jangan salah sangka, buat Udin, ini bukan semata-mata soal hasil tangkapan.
“Ikan dapat banyak sih, tapi bukan itu tujuannya. Yang penting bisa menikmati suasana. Tarikan pancing itu yang bikin puas,” katanya.

Lain Udin, lain pula Sumarno. Ia terlihat sibuk mengatur jorannya dengan gaya serius—kayak sedang setting alat perang.

“Bisa ngilangin stres. Kalau lagi nggak ada kerjaan di rumah atau kantor, ya saya pasti ke danau ini,” ujar Sumarno santai, seolah danau itu adalah kantor cabang keduanya.

Sumarno menambahkan, Danau Panjang Marina ini bukan cuma tempat mancing, tapi juga spa pikiran. Lingkungannya tenang, ikannya banyak, dan sesama pemancing ramah-ramah. Bahkan, yang satu pakai umpan udang, bisa sok-sokan ngajarin yang pakai cacing. Tapi ya itulah asyiknya—kompak dan saling berbagi.

Tawa dan canda pun berseliweran di tepi danau. Kadang ada yang pamer ikan gede, kadang ada juga yang cuma bawa cerita dan kopi—ikan entah ke mana. Tapi semua tetap happy. Bahkan, yang baru pertama mancing pun langsung merasa seperti bagian dari “keluarga besar joran nasional”.

Buat sebagian bapak-bapak, ini sudah jadi agenda tetap. Libur tanpa mancing itu ibarat sayur tanpa garam. Ada yang sampai bawa keluarga, lengkap dengan tikar, nasi bungkus, dan anak-anak yang sibuk main di pinggir danau sambil teriak, “Ayah, itu ikannya kabur!”

Lama-lama, Danau Panjang Marina pun berubah jadi markas komunitas pemancing tidak resmi. Tidak ada lomba, tidak ada piala, tapi semangatnya? Wah, jangan ditanya. Seolah-olah tiap ikan yang nyangkut di kail adalah medali emas.

Jadi, kalau akhir pekan kamu terasa hampa, mungkin kamu belum pernah merasakan nikmatnya nunggu ikan sambil ngopi di Danau Panjang Marina. Di sinilah ketenangan, kebahagiaan, dan kepuasan hadir dalam satu paket… (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update