
batampos – Gegap gempita ribuan pencari kerja yang memadati kawasan Horizon Industrial Park, Sagulung, Batam, pada Sabtu (19/4), berubah menjadi keheningan sehari kemudian. Minggu (20/4), suasana di sekitar PT Letsolar Energy Indonesia, perusahaan manufaktur panel surya yang menggelar walk interview besar-besaran, tampak lengang.
Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada lagi kerumunan pelamar yang sebelumnya membuat kawasan industri itu sesak. Hanya beberapa sepeda motor tampak terparkir di halaman perusahaan. Bekas-bekas keramaian seperti botol air mineral, serpihan kayu, dan sampah plastik masih terlihat berserak di sekitar gerbang perusahaan meskipun sudah tak banyak lagi.
Menurut seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya, proses rekrutmen hanya dilakukan dalam satu hari. “Lowongan sudah kemarin. Untuk pengumuman belum tahu pasti, kemungkinan nanti diumumkan lewat Instagram,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Ribuan Pelamar Serbu Walk Interview PT Letsolar Energi Indonesia
Walk interview yang digelar PT Letsolar Indonesia pada Sabtu sejak pukul 08.00 WIB itu diserbu ribuan pelamar dari berbagai usia. Bahkan sejak pukul 05.20 pagi, pelamar sudah berdatangan dan membuat antrean mengular. Banyak dari mereka harus pulang dengan kecewa karena tak berhasil masuk ke area wawancara.
“Saya sampai jam 06.10 pagi, tapi yang datang sudah ribuan. Banyak yang usianya 30-an, bahkan anak-anak muda yang baru tamat juga ikut, padahal lowongannya butuh pengalaman,” ungkap Bakti, salah seorang pelamar.
Kondisi di lokasi semakin kacau ketika pelamar yang datang menggunakan sepeda motor diminta parkir di luar kawasan industri. Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan. Dalam situasi yang penuh sesak itu, salah satu pelamar terjatuh ke parit dan mengalami luka di kepala.
“Motor nggak boleh masuk, jadi semua numpuk di luar. Jalanan macet, orang berdesakan. Tiba-tiba ada yang jatuh ke parit, kepalanya luka,” tambah Bakti.
Ia menyayangkan sistem rekrutmen yang menurutnya kurang terorganisir. “Harusnya jangan pakai sistem walk interview. Banyak yang rugi waktu, belum tentu masuk, malah ada yang cedera.” ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, ia mengaku telah melihat video-video yang viral di media sosial. “Kami menyayangkan ini terjadi. Belum ada laporan langsung, tapi kami akan tindak lanjuti,” ujarnya.
Rudi menegaskan pentingnya penyusunan mekanisme perekrutan yang lebih teratur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia menduga pihak perusahaan pun tidak menyangka antusiasme masyarakat akan sebesar itu. “Harusnya ada koordinasi dan perencanaan. Jika perlu, kami akan panggil perusahaan untuk klarifikasi,” tegasnya.
Fenomena ini menjadi cerminan kerasnya persaingan di dunia kerja, sekaligus sinyal bagi perusahaan dan pemerintah daerah agar lebih siap menghadapi lonjakan pencari kerja. Ke depan, evaluasi menyeluruh atas sistem rekrutmen terbuka perlu segera dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terulang. (*)
Reporter: Eusebius Sara



