
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Fenomena ini berpotensi terjadi hingga 30 April 2025.
Kondisi tersebut dipicu oleh dua fenomena astronomi yang terjadi pada bulan ini, yakni bulan Purnama pada 13 April dan Super New Moon pada 27 April 2025. Kedua fenomena ini diprediksi akan meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan dan memicu terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.
“Kondisi pasang maksimum akibat bulan Purnama dan Super New Moon berpotensi menyebabkan banjir rob di sepanjang pesisir Kepri. Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, Senin (21/4).
Baca Juga: Puluhan Warga Desak Imigrasi Batam Deportasi WNA Tiongkok Pelaku Penganiayaan
BMKG mencatat sejumlah wilayah yang rawan terdampak banjir rob, antara lain pesisir Batuaji, Batuampar, Sekupang, dan Nongsa. Kabupaten Lingga, Pesisir Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang. Kabupaten Karimun, Pesisir Kundur Barat, Karimun, dan Meral. Kabupaten Bintan, Pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur. Kota Tanjungpinang, Pesisir Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota, dan Bukit Bestari.
Banjir rob ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, akses transportasi, hingga roda perekonomian warga pesisir seperti tambak garam dan perikanan darat, berpotensi terganggu akibat genangan rob yang cukup tinggi.
“Kami minta warga yang bermukim di wilayah pesisir untuk tetap siaga, menjaga barang-barang berharga, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG,” ujar Ramlan.
Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Batam Stabil, Pedagang Optimistis Penjualan Meningkat
Ia menambahkan, potensi pasang maksimum bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat cuaca buruk disertai angin kencang dan hujan lebat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan mengambil langkah antisipasi sejak dini demi keselamatan bersama.
BMKG juga menyarankan agar instansi terkait melakukan langkah-langkah mitigasi dan pengawasan di titik-titik rawan genangan, serta memastikan jalur transportasi dan aktivitas vital lainnya tetap berjalan aman selama periode potensi rob ini berlangsung. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



