
batampos – Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-33 Tingkat Kota Batam tahun 2025 tak hanya menghadirkan lomba-lomba bernuansa religi, namun juga diramaikan dengan kehadiran 12 stand bazar dari Tim Penggerak PKK di seluruh kecamatan se-Kota Batam.
Bazar ini resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, di halaman Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, Kamis (24/4/2025). Erlita mengapresiasi semangat dan kreativitas para ibu-ibu PKK serta pelaku UMKM yang menghadirkan produk-produk unggulan daerah masing-masing.
Menurutnya, bazar ini bukan hanya sebagai pelengkap perhelatan MTQH, tetapi menjadi ajang penting untuk mendongkrak ekonomi masyarakat melalui promosi produk lokal.
“Setiap bazar menampilkan produk andalan masing-masing kecamatan. Ada kerajinan tangan, batik, hasil kebun, makanan khas, dan banyak lagi. Semua produk merupakan karya asli pelaku UMKM yang tergabung bersama PKK kecamatan,” ungkap Erlita saat membuka acara.
Sebanyak 12 stand dari 12 kecamatan turut ambil bagian dalam bazar ini. Selama MTQH berlangsung hingga 30 April mendatang, pengunjung dapat melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan. Ini menjadi peluang besar untuk mengenalkan potensi daerah dan memperkuat geliat ekonomi kreatif masyarakat.
“Kami ingin tahun ke tahun kualitas produk UMKM semakin meningkat. Ini agenda tahunan, dan kami berharap setiap kecamatan terus berinovasi dan menunjukkan ciri khas daerah masing-masing,” lanjut Erlita.
Nurlita, salah satu anggota stand bazar dari Kecamatan Batuaji sebagai tuan rumah, mengaku antusias dengan keikutsertaan mereka di bazar MTQH ini. Menurutnya, kesempatan seperti ini sangat berarti untuk memperluas jaringan pemasaran produk-produk UMKM ke masyarakat luas.
MTQH ke -33 Kota Batam sendiri rencananya akan dibuka oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada Jumat malam (25/4). Ketua Panitia MTQH ke-33, Jefridin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Batam, melaporkan bahwa jumlah peserta yang ambil bagian dalam MTQH tahun ini mencapai 574 orang dari 12 khafilah, dengan dukungan 155 dewan hakim.
“Selain lomba-lomba keagamaan, tahun ini kami juga menyertakan bazar kuliner dari pelaku UKM untuk lebih meramaikan suasana. Kami ingin MTQH menjadi perhelatan yang tidak hanya religius tetapi juga membawa dampak ekonomi yang positif,” jelas Jefridin.
Cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam MTQH ini meliputi seni baca Alquran, fahmil Quran, syarhil Quran, seni kaligrafi, musabaqah karya tulis ilmiah Alquran, musabaqah hafalan Alquran, dan sejumlah cabang lainnya.
Dengan pelaksanaan yang sudah dipersiapkan matang oleh panitia, seluruh pihak berharap acara berjalan lancar dan sukses, membawa keberkahan bagi seluruh warga Batam.
Pelaksanaan bazar dan MTQH yang digelar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, ini menjadi simbol sinergi antara spiritualitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini terus berkembang di tahun-tahun mendatang sebagai ikon religi dan ekonomi kreatif Kota Batam. (*)
Reporter: Eusebius Sara



