
batampos – Suasana Do Cita Archery Range, Kota Batam, tampak berbeda sejak Jumat (25/4). Ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Malaysia dan Singapura, berkumpul untuk menaklukkan target dalam ajang Batam Open Archery Championship 3rd 2025.
Event panahan bertaraf internasional ini menjadi magnet tersendiri. Sebanyak 244 atlet dari 36 klub ambil bagian. Tak sekadar ajang adu ketepatan, kompetisi ini juga menjadi jembatan promosi sport tourism bagi Kota Batam.
Turnamen ini digelar di Vitka Archery, yang terletak di kawasan Batam Tourism Polytechnic (BTP).
Ke depan, kawasan ini akan terus dikembangkan menjadi Vitka Education City sebagai pusat pendidikan dan pengembangan berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Turnamen ini kami gelar rutin setiap tahun. Selain kompetisi, kami juga mengadakan latihan bersama sebagai upaya mencari bibit-bibit potensial di bidang panahan,” ujar Ketua Harian PERPANI Batam sekaligus Ketua Panitia, Feri Nawa Pamungkas.
Tahun ini terasa lebih istimewa dengan keikutsertaan 14 klub dari Malaysia dan Singapura. Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak kompetisi, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Batam.
“Hotel-hotel penuh oleh atlet dari luar daerah dan luar negeri. Restoran ramai, tempat wisata pun ikut merasakan dampaknya. Ini sejalan dengan semangat kami mengangkat Batam lewat sport tourism,” tambah Feri.
Turnamen ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari pemula tingkat SD dan SMP, hingga divisi prestasi seperti U-10, U-13, U-18, hingga kelompok umum. Para atlet muda tampil penuh semangat, berharap kelak bisa mewakili Batam bahkan Indonesia di ajang internasional.
Mewakili Wali Kota Batam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Zulkarnain, mengaku bangga dengan penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyebut Pemko Batam terus mendorong kemajuan olahraga, termasuk dengan mengalokasikan hibah Rp7 miliar untuk 47 cabang olahraga pada tahun ini.
“Kita lihat sendiri, panahan sudah menunjukkan hasil, dari Poprov, Porwil, hingga ke level Pelatnas. Bahkan ada atlet Batam yang dipersiapkan masuk tim nasional junior. Ini membanggakan dan harus terus kita dukung,” ujar Zulkarnain.
Ia berharap, melalui turnamen seperti ini, akan lahir lebih banyak atlet panahan Batam yang mampu berbicara di tingkat nasional maupun internasional.
“Apalagi saat ini jumlah atlet panahan di Batam sudah mencapai 600 orang. Ini potensi besar,” pungkasnya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, antara lain Ketua PERPANI Kepri, Dandim 0316 Batam, Ketua KONI Batam, Ketua ILUNI UI Kepri, Kabiro Umum BP Batam, Direktur Umum Yayasan Vitka Asrizal Bobo, Wakil Direktur II BTP Syafrudin Rais, serta jajaran sponsor dan pendukung acara. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



