Kamis, 29 Januari 2026

Permintaan Konsumsi Ikan di Batam Capai 15 hingga 20 Ton per Hari

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pedagang ikan di Pasar Botania I Batamcentre saat memotong ikan di lapaknya. Permintaan konsumsi ikan di Batam kembali meningkat usai Hari Raya Idulfitri. Dinas Perikanan Kota Batam mencatat konsumsi harian kini mendekati angka normal, yakni antara 15 hingga 20 ton per hari. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Permintaan konsumsi ikan di Batam kembali meningkat usai Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Dinas Perikanan Kota Batam mencatat konsumsi harian kini mendekati angka normal, yakni antara 15 hingga 20 ton per hari, setelah sebelumnya sempat turun drastis selama masa Lebaran.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan peningkatan permintaan mulai terlihat sejak awal pekan ini.

“Benar sudah mulai meningkat untuk konsumsi ikan. Sebelum Lebaran di bawah 10 ton, hanya 7–8 ton per hari. Sekarang sudah mulai 11 ton di Batam,” ujarnya, Selasa (29/4).

Menurut Yudi, turunnya konsumsi ikan saat Lebaran disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih daging dan ayam. Namun, setelah masa Lebaran berakhir, masyarakat kembali beralih ke ikan sebagai sumber protein utama.

“Setelah Lebaran, masyarakat sudah mulai bosan dengan menu daging dan ayam. Ikan kembali menjadi pilihan karena dinilai lebih sehat dan terjangkau. Dari sisi ekonomi, ini juga menjadi alternatif protein yang lebih hemat di tengah kebutuhan pasca-Lebaran,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, lanjut Yudi, konsumsi ikan di Batam bisa mencapai 15 hingga 20 ton per hari. Angka ini mencakup kebutuhan masyarakat di pasar tradisional, swalayan, serta sektor kuliner seperti rumah makan dan restoran.

“Batam ini kota dengan konsumsi ikan cukup tinggi karena masyarakatnya sudah terbiasa,” tambahnya.

Saat ini, ketersediaan ikan didukung oleh sekitar 50 ton stok yang disimpan di lima cold storage di kawasan Batu Ampar, Botania, dan Nongsa. Stok tersebut cukup untuk memenuhi konsumsi selama lima hingga enam hari ke depan.

Selain stok lokal, pasokan ikan juga diperkuat dengan hasil tangkapan dari nelayan besar di perairan Anambas dan Natuna. Jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Batam antara lain selar, benggol, lele, dan nila. Sementara untuk kebutuhan ekspor ke Singapura, ikan kakap menjadi komoditas andalan.

Dengan ketersediaan stok dan distribusi yang lancar, Dinas Perikanan Kota Batam memastikan kebutuhan konsumsi ikan masyarakat dapat terpenuhi secara stabil dalam beberapa pekan ke depan. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Update