Rabu, 28 Januari 2026

Tourism Malaysia Promosi Weekend Getaway di Batam

Untuk Sambut Tahun Kunjungan Malaysia 2026

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Deputy Director Tourism Malaysia Medan Nor Hasni Saidin membuka seminar dan business to business (B2B) di Swiss-belhotel Harbourbay, Batam, Rabu (30/4). F.Ahmadi Sultan

batampos – Tourism Malaysia Medan menggelar seminar dan business to business (B2B) dengan tema ‘Malaysia Weekend Getaway’ di Swiss-belhotel Harbourbay, Batam, Rabu (30/4).

Kegiatan ini membawa misi untuk berbagi informasi pariwisata Malaysia yang terkini kepada pelaku pariwisata Indonesia khususnya di Batam, Kepulauan Riau.

Selain ajang promosi, kegiatan ini juga jadi ajang transaksi bisnis antar pelaku industri pariwisata dari Malayisa dan Batam. Dengan kehadiran sejumlah agen travel di Batam dan sejumlah asosiasi seperti Asita Kepri, Aspabri, dan ASPPI.

Tourism Malaysia Medan sendiri hadir bersama 20 pelaku pelancongan Malaysia terdiri dari 5 hotel dan resorts, 4 product owners, 3 hospital dan 7 travel agent untuk membangun kerjasama yang lebih erat, mesra serta saling menguntungkan diantara Malaysia dan Indonesia.

Konsul Muda/Deputy Director Tourism Malaysia Medan Nor Hasni Saidin mengatakan upaya promosi untuk menjadikan Malaysia destinasi Top-of-Mind bagi wisatawan Indonesia harus terus ditingkatkan. Mengingat pasar Indonesia adalah penyumbang kedua terbesar bagi pelancongan Malaysia.

“Untuk makluman Tahun 2024, Malaysia telah menerima sebanyak 4,1 juta pengunjung dari Indonesia,” ujar Nor Hasni Saidin saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut Nor Hasni mengatakan, lokasinya yang dekat dengan Johor Bahru dan Singapura menjadikan Batam sebagai hub penting. Ini terlihat dari tingginya jumlah pesawat domestik yang mendarat di Batam serta tersedianya puluhan rute ferry setiap hari yang menghubungkan Batam dan Johor Bahru.

“Ditambah dengan penerbangan langsung dari Hang Nadim ke Kuala Lumpur menjadikan Batam begitu penting bagi pelancongan kedua negara,” katanya.

Batam juga dikenal sebagai kota tujuan MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran) sebab merupakan salah satu kota yang maju di Indonesia.

Nor Hasni berharap dapat mengeksplorasi peluang kolaborasi lebih lanjut untuk meningkatkan visibilitas Malaysia di pasaran Indonesia melalui inisiatif pemasaran bersama dengan tujuan untuk mempromosikan destinasi baru di Malaysia seperti yang terdapat di Perak, Langkawi, Sabah, dan Sarawak.

“Sekarang ini kami ingin memperkenalkan daerah di luar tempat-tempat popular seperti Kuala Lumpur, Dataran Tinggi Genting di Pahang, Penang, dan Melaka. Kami juga berharap mensasarkan pasaran niche, termasuk MICE, pariwisata olahraga, pariwisata pendidikan, dan pariwisata medis melalui acara bersama, lokakarya, atau pameran yang mempromosikan Malaysia sebagai tujuan utama pelancong,” papar dia.

Untuk tahun 2025, lanjut Nor Hasni, Malaysia menargetkan sebanyak 4,37 juta pengunjung dari Indonesia dan selanjutnya bersiap menuju Visit Malaysia 2026. Sementara, untuk Visit Malaysia 2026 (VM2026), Tourism Malaysia menargetkan 45 juta turis dengan pendapatan RM270 miliar.

“Kemitraan ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan pariwisata dan menampilkan pengalaman unik yang dimiliki Malaysia untuk pengunjung internasional,” katanya.

Tak lupa Nor Hasni mengucapkan terima kasih kepada semua asosiasi-asosiasi pelancongan dan lainnya yang telah memberikan kerjasama erat dengan memainkan peran kunci dalam memberikan informasi berharga dan memastikan layanan berkualitas tinggi untuk meningkatkan pengalaman pengunjung ke Malaysia. (*)

 

 

Reporter: Ahmadi Sultan

Update