Rabu, 14 Januari 2026

Tabrakan di Batuaji, Sepeda Motor Terseret Masuk Kolong Truk Tanah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk tanah lindas sepeda motor di Batuaji. F.Eusebius

batampos – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan R Suprapto, tepatnya di simpang Mandalay, Batuaji, Jumat (2/5) sore. Truk pengangkut tanah dengan nomor polisi BP 8289 EA menabrak sepeda motor trail yang datang dari arah berlawanan. Meski tabrakan cukup keras, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Sepeda motor trail yang terlibat dalam kecelakaan itu sempat terseret ke kolong truk dan mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung pengendara motor berhasil terlempar keluar jalur sebelum terlindas, sehingga nyawanya terselamatkan meski mengalami luka ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan ini diduga kuat akibat aksi kebut-kebutan dari kedua kendaraan. Truk tanah diketahui melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Mukakuning menuju simpang Basecamp, sementara sepeda motor trail datang dari simpang Mandalay menuju arah yang sama.

Baca Juga: Kakak Adik Jadi Korban Lori Rem Blong di Simpang Vitka Tiban: Satu Tewas, Satu Koma

Tabrakan terjadi di simpang tiga yang menjadi akses masuk ke permukiman warga. Kondisi jalan yang menyempit membuat benturan antar kedua kendaraan tidak bisa dihindari. Sepeda motor sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya terhenti bersama laju truk.

Suhardi, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa kecelakaan tersebut membuat banyak pengendara berhenti untuk melihat, sehingga menyebabkan kemacetan di sepanjang jalur tersebut. “Ramai orang berkumpul, banyak yang penasaran karena motor sampai masuk kolong truk,” ujarnya.

Marni, warga yang tinggal di sekitar simpang Mandalay, menyebutkan bahwa titik kecelakaan memang rawan insiden. “Simpang ini akses keluar masuk kendaraan warga dari Dapur 12. Kalau pengendara saling kebut dan tidak hati-hati, bisa seperti ini kejadiannya,” katanya.

Menurut Marni, pengendara sering saling berpapasan di tengah jalan karena posisi simpang yang tidak terlalu luas. Jika kedua kendaraan tidak mengurangi kecepatan, potensi kecelakaan sangat besar, apalagi saat sore hari ketika aktivitas warga cukup tinggi.

Baca Juga: Warga Batam Kini Bisa Cetak Sertifikat Tanah Elektronik Sendiri, Begini Caranya

Sementara itu, Herman, warga lainnya, menyoroti aktivitas kendaraan proyek seperti truk-truk tanah yang berlalu-lalang di kawasan tersebut. Ia menyebut kendaraan tersebut sering melaju dengan kecepatan tinggi demi mengejar trip.

“Selain membahayakan, mereka juga merusak jalan dan meninggalkan ceceran tanah yang membuat jalan licin,” jelasnya.

Herman berharap adanya pengawasan dan tindakan tegas dari instansi terkait. Ia menilai perlu dilakukan penertiban kendaraan proyek dan evaluasi rute lintasan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update