Rabu, 28 Januari 2026

Balap Liar Masih Marak di Nongsa, Didominasi Pelajar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi balap liar.

batampos – Aktivitas balap liar masih terjadi di kawasan Nongsa, terutama di sepanjang jalan lurus depan Mega Trade Centre (MTC). Adanya aktifitas balap liar kian meresahkan masyarakat.

Kegiatan yang didominasi oleh para remaja ini kerap berlangsung hingga larut malam, terutama setiap akhir pekan. Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas sebelum terjadi kecelakaan fatal yang merugikan banyak pihak.

Rindi, salah satu warga Nongsa, mengaku aktivitas balap liar tersebut bukanlah hal baru. Ia mengatakan bahwa setiap Sabtu dan Minggu malam, sekumpulan anak muda bermotor mulai berkumpul di sekitar lokasi tersebut, lalu memulai aksi balap liar mereka setelah pukul 23.00 WIB.

“Kalau ada patroli polisi, mereka bubar. Tapi kalau petugas tidak kelihatan, pasti sudah mulai dari tengah malam sampai dini hari. Nanti malam kan akhir pekan, kemungkinan ada,” ungkap Rindi, Sabtu (3/5).

Baca Juga: Driver Ojol Wanita yang Tewas Ditabrak Pembalap Liar itu Tulang Punggung Keluarga

Lebih lanjut, Rindi mengatakan bahwa suara bising dari knalpot motor sangat mengganggu kenyamanan warga. Ia yang tinggal di dalam perumahan masih bisa mendengar suara deru knalpot dengan sangat jelas, bahkan dari jarak yang cukup jauh.

“Suara motor itu keras sekali. Padahal rumah saya tidak persis di pinggir jalan. Tapi kalau mereka sedang balapan, suara motornya terdengar sampai ke dalam rumah,” katanya.

Tak hanya mengganggu ketenangan malam warga, Rindi juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan akibat aksi balap liar tersebut. Menurutnya, para pelaku kebanyakan adalah anak muda, bahkan diduga masih berstatus pelajar.

“Sebagian dari mereka itu anak-anak sekolah. Usia mereka masih muda. Kami khawatir kalau sampai ada yang celaka, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya prihatin.

Baca Juga: Polda Kepri Tegas Siap Berantas Balap Liar

Warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan melalui grup warga dan media sosial. Namun hingga kini, aktivitas balap liar tersebut belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Kehadiran petugas hanya bersifat sementara, tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Balap liar di jalan umum tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pelaku dan pengguna jalan lainnya. Warga berharap pihak kepolisian setempat segera mengambil langkah preventif dan represif agar situasi kembali aman dan nyaman.

“Kami hanya ingin ketenangan. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa nanti ada korban jiwa. Jangan sampai sudah terjadi sesuatu, baru sibuk bertindak,” sebut Wati warga lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Nongsa Kompol Endrie Alie belum bisa dikonfirmasi terkait masih adanya aktifitas balap liar di wilayah Nongsa. (*)

Reporter: Yashinta

Update