Sabtu, 31 Januari 2026

2 Kloter Embarkasi Batam Tiba Selamat di Madinah

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Dua kelompok terbang pertama dari Embarkasi Batam (BTH), masing-masing membawa 445 jemaah calon haji (JCH), telah mendarat dengan aman di Madinah. Kloter pertama tiba pada Jumat (2/5) siang waktu Arab Saudi, disusul kloter kedua pada Sabtu (3/5) siang.

Seluruh jemaah dari Kepulauan Riau—yang mencakup Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun—berada dalam kondisi sehat saat pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat dengan lancar di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Setibanya di bandara, para jemaah langsung diangkut menggunakan bus menuju hotel yang berlokasi tidak jauh dari Masjid Nabawi. Di kota suci ini, mereka akan menjalankan ibadah arbain selama delapan hari.

“Alhamdulillah, kami sudah sampai di Madinah, semua jemaah dalam keadaan sehat,” ujar Zul Arief, jemaah dari Kloter 2, melalui pesan WhatsApp kepada Batam Pos.

Zulkarnain, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, mengonfirmasi kedatangan dua kloter pertama tersebut. Kedua kelompok ini merupakan bagian dari total 11.840 jemaah yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Batam pada musim haji 1446 H/2025.

Jumlah tersebut terdiri atas 11.732 jemaah dan 108 petugas, yang terbagi dalam 27 kloter. Proses keberangkatan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama, dengan rute Batam–Madinah, dijadwalkan dari 2 hingga 15 Mei 2025 untuk kloter 1 sampai 14. Sedangkan gelombang kedua, dengan tujuan Batam–Jeddah, akan berlangsung dari 17 hingga 31 Mei 2025 untuk kloter 15 hingga 27.

“Setiap kloter didampingi empat petugas—ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan layanan terbaik, terutama kepada jemaah lanjut usia,” jelas Zulkarnain, Sabtu (3/5).

Ia menyebutkan bahwa perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, yang jumlahnya cukup besar tahun ini. Hingga kini, tidak ditemukan kendala signifikan terkait kesiapan fisik maupun kesehatan mereka.

“Seluruh petugas telah melalui pelatihan intensif dan dilengkapi sarana pendukung agar jemaah lansia merasa nyaman selama menunaikan ibadah,” tambahnya.

Zulkarnain menambahkan bahwa baik kesiapan petugas maupun fasilitas terus ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur.

Tahun ini, Embarkasi Batam memberangkatkan jemaah dari empat provinsi, yaitu Riau (5.033 jemaah), Jambi (2.910 jemaah), Kalimantan Barat (2.505 jemaah), dan Kepulauan Riau (1.284 jemaah).

“Provinsi dengan jemaah terbanyak adalah Riau, disusul Jambi, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Riau,” ungkap Zulkarnain.

Dengan persiapan yang matang dan petugas yang kompeten, PPIH Embarkasi Batam yakin pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan berjalan lebih baik, tertib, dan penuh berkah.

Optimisme juga disampaikan Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah. Menurutnya, keberangkatan jemaah dari Embarkasi Batam berjalan dengan lancar dan tertib, berkat koordinasi antara manajemen BIB, maskapai, petugas ground handling, PPIH, serta instansi terkait lainnya.

Pikri mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam proses keberangkatan. “Semua berjalan aman dan tertib. Jemaah tidak perlu menunggu lama karena langsung diarahkan dari asrama haji ke pesawat,” ujarnya, Sabtu (3/5).

Sebagai bagian dari pelayanan optimal, Bandara Internasional Hang Nadim juga menyediakan fasilitas khusus untuk jemaah lansia dan penyandang disabilitas, seperti kursi roda, pendamping, dan ruang tunggu modern yang ramah jemaah.

Bandara Hang Nadim menjadi salah satu titik utama pemberangkatan jemaah haji dari Kepri, Riau, Pontianak, dan Jambi. Menyambut musim haji ini, manajemen bandara memastikan seluruh infrastruktur dan layanan dalam kondisi siap.

“Dengan kesiapan maksimal, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” tambah Pikri.

Musim haji 2025 menjadi momen strategis bagi Bandara Hang Nadim untuk memperkuat posisinya sebagai pusat transportasi udara utama di wilayah barat Indonesia. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Update