Kamis, 29 Januari 2026

Inflasi Batam April 2025 Capai 2,81 Persen, Emas dan Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos – Kota Batam mencatat inflasi sebesar 2,81 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada April 2025. Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat naik dari 106,22 pada April 2024 menjadi 109,21 pada April 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan harga pada delapan dari sebelas kelompok pengeluaran utama. Kenaikan terbesar tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,49 persen dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,14 persen.

“Komoditas penyumbang inflasi paling dominan berasal dari emas perhiasan, tarif listrik, cabai merah, sewa rumah, santan segar, minyak goreng, hingga beras. Kenaikan harga-harga ini menjadi faktor pendorong utama terjadinya inflasi di Batam pada April 2025,” ujar Eko, Minggu (4/5).

Kelompok pengeluaran lain yang turut menyumbang inflasi adalah pakaian dan alas kaki (naik 1,75 persen), perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (naik 3,49 persen), kesehatan (naik 0,27 persen), transportasi (naik 0,45 persen), rekreasi dan budaya (naik 0,91 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (naik 2,33 persen).

Namun demikian, masih terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pendidikan (turun 1,45 persen), informasi dan komunikasi (turun 0,30 persen) serta perlengkapan rumah tangga (turun 0,20 persen).

Inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Kota Batam pada April 2025 tercatat sebesar 0,38 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan IHK dari 108,80 pada Maret 2025 menjadi 109,21 pada April 2025. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,39 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi m-to-m antara lain emas perhiasan, cabai merah, santan segar, daging ayam ras, pemeliharaan kendaraan, sewa rumah, dan sepeda motor.

Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menyumbang deflasi baik secara tahunan maupun bulanan. Untuk y-on-y, komoditas seperti telur ayam ras, angkutan udara, bawang merah, tomat, dan bensin tercatat menurun. Sedangkan untuk m-to-m, komoditas seperti cabai rawit, kangkung, wortel, dan tarif pulsa ponsel menjadi penyumbang penurunan harga.

“Meski terdapat tekanan dari beberapa komoditas, namun secara umum tingkat inflasi Batam pada April 2025 masih terkendali dan berada dalam tren yang lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya,” pungkas Eko. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update