Kamis, 15 Januari 2026

Ope, Korban Kecelakaan Maut di Tiban Center Dikenal Sosok yang Baik dan Mudah Bergaul

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jenazah korban saat di RSBP Sekupang.

batampos – Kecelakaan maut di simpang lampu merah Top 100 Tiban Center, Jumat (2/5) sore, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban. Salah satu korban yang meninggal dunia, Leonardus Parhusip atau akrab disapa Ope, dikenal sebagai pribadi yang hangat, baik, dan mudah bergaul.

“Baru tadi malam dia masih main ke tempat kami, sorenya sudah nggak ada. Nggak nyangka Ope pergi secepat ini,” ujar Robert, salah satu temannya dengan suara bergetar, Jumat lalu.

Ope dikenang sebagai sosok yang selalu mencairkan suasana dan dekat dengan siapa saja. Teman-temannya menyebut ia setia kawan dan ringan tangan membantu orang di sekitarnya.

“Dia gampang akrab sama siapa saja. Orangnya baik dan enak diajak ngobrol, selalu bikin suasana jadi hidup,” tambah Iik, rekan Ope lainnya.

Baca Juga: Marak Kecelakaan di Jalanan Batam, Kapolresta: Taati Peraturan, Jaga Keselamatan

Ia juga menuturkan bahwa Ope dan adiknya adalah pribadi yang baik dan sopan serta tulus dalam berteman. Ia mengatakan, kedua bersaudara itu sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut barang di wilayah Sungai Panas. Saat kejadian, Ope baru saja menjemput adiknya pulang kerja.

“Itu habis jemput adiknya, mau pulang ke rumah mereka di Cipta Land,” ujarnya.

Kecelakaan bermula saat mobil lori BP 8094 ZH melaju dari arah Sekupang menuju Batam Center. Ketika menuruni jalan menjelang lampu merah Vitka, mobil diduga mengalami rem blong. Sopir kehilangan kendali dan menabrak tiga sepeda motor yang sedang berhenti di simpang lampu merah BNI Tiban Center.

“Saya lihat sekitar jam lima sore. Mobil awalnya menabrak trotoar, lalu menghantam tiga motor dan menyeretnya,” ungkap Yanto, saksi mata di lokasi.

Selain Ope, korban lainnya adalah pelajar SMP Negeri 25 Batam, Muhammad Hafizh. Ia tengah dibonceng ayahnya sepulang sekolah saat kejadian. Dalam video yang beredar, Hafizh masih mengenakan seragam sekolah berwarna ungu.

Menurut wali kelasnya, Sihar Anthony, Hafizh dan ayahnya kini tengah menjalani tindakan medis di rumah sakit.

Baca Juga: Polisi Sisir Kawasan Batam Centre, 37 Pembalap Liar Ditilang

“Tadi pagi kami sudah komunikasi dengan ibunya Hafizh. Ananda Hafizh dan ayahnya sudah masuk ruang operasi,” ujarnya.

Sihar berharap Hafizh bisa segera pulih dan kembali menjalani kegiatan belajar seperti biasa.

“Kami dari sekolah juga akan menggelar doa bersama untuk kesembuhan Hafizh dan ayahnya,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update