batampos– Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Hafiz Rinanda, 29, seorang pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, berlangsung mencekam di tengah hujan dan sambaran petir, Senin (5/5) sore. Proses rekonstruksi terpaksa dihentikan sementara saat memasuki adegan keempat karena kondisi cuaca ekstrem.
Korban tewas dengan luka parah di leher setelah digorok oleh rekan kerjanya sendiri yang juga masih kerabat, Faras Kausar, 26. Insiden berdarah itu terjadi di Jalan Kartini, Kelurahan Sungai Harapan, Sekupang.
Rekonstruksi digelar di halaman dan area kantor Dinas CKTR Batam, serta menampilkan total 38 adegan. Adegan pertama dimulai saat tersangka Faras memasuki gerbang kantor menggunakan sepeda motor Vario, seperti rutinitas biasanya sebagai pegawai honorer. Ia kemudian memarkirkan kendaraannya dan menuju lantai dua rumah jaga tempat ia bekerja.
BACA JUGA:Â Cuaca Didominasi Hujan Lebat, Warga Kepri Diminta Waspada Petir dan Angin Kencang
Namun, cuaca yang tidak bersahabat membuat rekonstruksi sempat dihentikan sementara. Petir yang terus menyambar dan hujan deras mulai mengguyur saat rekonstruksi memasuki adegan keempat, sehingga aparat kepolisian memutuskan untuk menunda sejenak demi keselamatan semua pihak.
Faras diketahui tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Kartini 6, tak jauh dari lokasi kejadian. Ia kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (*)
Reporter: Rengga



