Kamis, 26 Maret 2026

Polda Kepri Segel Nozel Pertalite SPBU Kabil

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polda Kepri menyegel nozel bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabil, Nongsa.

batampos – Polda Kepri menyegel nozel bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabil, Nongsa, Batam. Penyegelan ini merupakan buntut dari dugaan penyelewengan penyaluran BBM bersubsidi yang diduga tidak tepat sasaran.

Di mana sebelumnya, Polda Kepri juga telah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan operator SPBU. Saat jni, penyidik juga tengah melakukan pengembangan perkara.

Kepala Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini mengatakan penyegelan sudah sejak Sabtu lalu.

“Ya, kami melakukan penyegelan untuk nozel Pertalite di SPBU Kabil,” ujar Zamrul, Senin (5/5).

Menurutnya, hanya nozel Pertalite yang disegel, sementara nozel untuk jenis BBM lainnya masih tetap beroperasi seperti biasa. Polda Kepri juga menetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini, yakni seorang operator SPBU.

“Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Untuk layanan BBM lainnya tetap berjalan normal,” tambah Zamrul.

Selain langkah hukum dari kepolisian, Pertamina Patra Niaga selaku distributor BBM juga menjatuhkan sanksi administratif kepada SPBU Kabil. Sanksi berupa penghentian sementara pasokan Pertalite selama tujuh hari, dimulai pada 29 April 2025 dan berakhir tepat pada 5 Mei 2025.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Susanto August Satria, mengatakan bahwa hingga saat ini distribusi Pertalite ke SPBU Kabil memang belum dilakukan kembali.

“Untuk Pertalite, belum didistribusikan,” ujar Satria Senin (5/5).

Terkait penyegelan nozel oleh aparat kepolisian, Satria mengaku belum menerima informasi detail. Namun ia menegaskan bahwa tindak lanjut distribusi Pertalite ke SPBU tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi dan perkembangan ke depan.

“Besok atau lusa akan dilihat lagi bagaimana perkembangannya. Kita tunggu saja,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di lokasi, SPBU Kabil yang menjadi satu-satunya SPBU di wilayah tersebut terlihat sepi dari antrean kendaraan, tidak seperti biasanya. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

“Saya biasanya isi Pertalite di sini. Kalau harus ke SPBU lain, jaraknya lumayan jauh,” ujar Arif, seorang pengendara motor yang ditemui di sekitar SPBU.

Meski demikian, warga mendukung langkah tegas aparat dan Pertamina dalam menindak dugaan penyimpangan penyaluran subsidi. Mereka berharap pelayanan BBM dapat kembali normal namun dengan pengawasan yang lebih ketat.

“Ya pastinya mendukung, tapi apa salahnya diberi denda juga, jangan dihentikan saja,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

UPDATE